Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Chateraise Investasi Rp1,4 Triliun di RI, Usung Konsep Farm to Factory

Chateraise Investasi Rp1,4 Triliun di RI, Usung Konsep Farm to Factory
Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Chateraise Gobel Indonesia investasi Rp1,4 triliun untuk bangun pabrik di Bekasi dengan konsep farm to factory yang menghubungkan petani, industri, dan konsumen secara langsung.
  • Petani Gorontalo dilibatkan dalam ekosistem industri pangan ini dengan pelatihan standar Jepang, bertujuan meningkatkan kualitas hasil tani sekaligus mengentaskan kemiskinan daerah.
  • Pabrik baru akan menjadi basis ekspor ke Asia Tenggara dan Timur Tengah, sementara label halal dipandang sebagai simbol gaya hidup sehat dan ekonomi hijau di kancah global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kabar baik datang dari sektor industri pangan tanah air. Chateraise Gobel Indonesia resmi membangun pabrik di Bekasi, Jawa Barat, dengan total investasi sebesar Rp1,4 triliun.

Langkah ekspansi bisnis ini sekaligus memperkenalkan pendekatan baru yang lebih memberdayakan para pahlawan pangan lokal. Perusahaan kue asal Jepang ini mengusung konsep farm to factory, sebuah ekosistem terintegrasi yang menghubungkan langsung petani, industri, dan konsumen.

1. Angkat derajat petani lokal dengan standar Jepang

Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory.
Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory. (Dok. Istimewa)

Pembangunan pabrik kedua itu telah ditandai seremoni peletakan batu pada Senin (13/4/2026), yang turut dihadiri para petani dan tokoh asal Gorontalo. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen Chetaraise untuk melibatkan petani sebagai bagian penting dari mata rantai industri pangan.

Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, menjelaskan kemitraan ini akan disertai dengan pendampingan dan pembinaan intensif bagi para petani. Mereka akan dilatih agar hasil cocok tanamnya bisa memenuhi standar industri pangan Jepang yang terkenal tinggi dan ketat.

"Nutrisinya harus bagus, bahannya harus bagus, ikut menjadi bagian dari mengurangi pemanasan global, ikut mengurangi emisi CO2," kata Rachmat Gobel dalam keterangan resminya.

2. Basis ekspor dan misi entaskan kemiskinan

Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory.
Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory. (Dok. Istimewa)

Gobel menyebut terintegrasinya petani Gorontalo ke dalam ekosistem industri ini akan berdampak masif secara ekonomi. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak untuk mengentaskan kemiskinan di provinsi tersebut. Pabrik Chateraise di Indonesia ini nantinya tidak hanya melayani pasar domestik. Rencananya akan dijadikan basis ekspor untuk wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah.

"Produk pertanian dari Indonesia yang akan diserap adalah kakao, kopi, gula aren, ubi, kacang tanah, dan sebagainya," ucao Gobel.

CEO Chateraise Jepang, Takako Saito, menyatakan kakao dari Kolaka dan Gorontalo kini sudah resmi menjadi bagian dari bahan baku produksi mereka. Konsep farm to factory memastikan kejelasan asal-usul bahan baku produk karena dikirim langsung dari tangan petani ke pabrik.

"Dengan konsep farm to factory maka dari petani bisa langsung ke pabrik. Jadi jelas asal-usul bahan bakunya," ucap Saito.

3. Makna halal di mata global

Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory.
Groundbreaking Of Chateraise Bekasi Factory. (Dok. Istimewa)

Acara peresmian pabrik ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan. Ia menyoroti fenomena menarik di mana label halal kini telah berevolusi maknanya dan diakui secara luas oleh masyarakat dunia internasional.

"Di Inggris halal itu green life, di AS symbol of health, di Korea double clean, bahkan di China jadi mesin pertumbuhan ekonomi," kata Haikal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More