Danantara Sudah Gelontorkan Rp449 Triliun buat Proyek Hilirisasi

- BPI Danantara telah menggelontorkan investasi senilai Rp449,8 triliun untuk proyek hilirisasi nasional yang mencakup berbagai fase dan sektor industri strategis di Indonesia.
- Fase pertama program hilirisasi dimulai pada Februari 2024 di 11 lokasi dengan proyek seperti smelter alumina, bio-avtur, bioetanol, pengolahan garam industri, hingga peternakan ayam terintegrasi.
- Fase kedua melibatkan 13 proyek baru dan menargetkan total 30 proyek hilirisasi nasional yang diproyeksikan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menyampaikan total investasi yang telah mereka gelontorkan untuk proyek hilirisasi mencapai 26 miliar dolar AS.
Angka tersebut setara Rp449,8 triliun dengan acuan kurs Rp17.300 per dolar AS. Investasi itu mencakup proyek hilirisasi fase pertama, fase kedua, serta proyek-proyek di luar kedua fase tersebut.
"Jadi kalau kita kumpulkan ini di luar nanti yang akan dibangun, proyek-proyek yang sudah terbangun oleh kami kurang lebih nilainya 26 miliar dolar AS," katanya dalam kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) hilirisasi tahap kedua di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
1. Groundbreaking fase pertama tersebar di 11 titik

Rosan menjelaskan, pelaksanaan program hilirisasi nasional kini berada di bawah mandat BPI Danantara. Dia merinci, fase pertama telah dilaksanakan pada 6 Februari 2024 di 11 titik.
Beberapa proyek yang masuk dalam fase tersebut di antaranya adalah smelter alumina di Kalimantan Barat, bio-avtur di Jawa Tengah, bioetanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur.
"Hingga beberapa pembangunan dari peternakan ayam terintegrasi di berbagai tempat di lokasi di Indonesia," ujarnya.
2. Groundbreaking fase kedua ada 13 proyek

Pada fase kedua terdapat 13 proyek yang melakukan groundbreaking secara serentak. Pembangunan itu dilakukan sebagai langkah lanjutan dari fase pertama untuk memastikan keberlanjutan program strategis hilirisasi nasional.
"Acara ini dilaksanakan serentak di 13 titik groundbreaking pada saat nanti Bapak Presiden resmikan. Jadi pembangunan ini akan dilakukan secara serentak," tuturnya.
3. Target 30 proyek dan penyerapan 600 ribu pekerja

Secara keseluruhan, Rosan menargetkan, ada 30 proyek hilirisasi nasional yang akan berjalan secara bertahap. Setelah fase kedua, pemerintah berencana melanjutkan ke fase ketiga yang saat ini tercatat sudah memiliki enam proyek.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Bahlil Lahadalia. Rosan mengungkapkan, langkah ini ditujukan untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat industri, dan membuka lapangan pekerjaan bagi kurang lebih 600 ribu orang.
"Jadi kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600 ribu orang," kata dia.
















