- SPN01260530
- SPN12260730
- SPN12270429
- FR0109
- FR0108
- FR0106
- FR0107
- FR0102
- FR0105
Lelang SUN Rp40 Triliun, Minat Investor Meledak

- Kementerian Keuangan meraih dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara pada 28 April 2026, dengan total penawaran mencapai hampir Rp75 triliun.
- Seri FR0109 menjadi favorit investor dengan penawaran tertinggi Rp34,74 triliun dan penyerapan terbesar Rp15,75 triliun, menunjukkan minat kuat terhadap obligasi berkupon tetap.
- Yield SUN berkisar 4,89–6,87 persen dengan rasio kompetisi tinggi hingga 3,44 kali, mencerminkan pasar obligasi pemerintah yang solid dan diminati investor.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Keuangan berhasil menghimpun dana Rp40 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 28 April 2026. Lelang ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap instrumen keuangan pemerintah.
Total penawaran yang masuk bahkan hampir dua kali lipat dari target yang diserap pemerintah.
“Total penawaran yang masuk sebesar Rp74.951.400.000.000. Total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan adalah Rp40.000.000.000.000,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Rabu (29/4/2026).
1. Sembilan seri SUN dilelang lewat sistem Bank Indonesia

Lelang SUN dilakukan melalui sistem yang difasilitasi Bank Indonesia. Pemerintah menawarkan sembilan seri instrumen, terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan obligasi berkupon tetap atau Fixed Rate (FR).
Seri yang dilelang meliputi:
2. FR0109 jadi primadona, serap permintaan terbesar

Dari sisi permintaan, seri FR0109 menjadi yang paling diminati investor. Nilai penawaran mencapai Rp34,74 triliun, jauh melampaui seri lainnya.
Seri lain juga mencatat permintaan signifikan, seperti FR0108 sebesar Rp9,2 triliun dan FR0107 Rp7,05 triliun. Sementara itu, seri SPN dan FR lainnya mencatat permintaan relatif merata.
Meski total penawaran mendekati Rp75 triliun, pemerintah tetap selektif dalam menyerap dana. Hal ini dilakukan untuk menjaga strategi pembiayaan dan stabilitas pasar.
Untuk instrumen jangka pendek, pemerintah memenangkan:
- SPN01260530 sebesar Rp1 triliun
- SPN12260730 Rp2,4 triliun
- SPN12270429 Rp4,4 triliun
Sementara pada obligasi FR, penyerapan terbesar berasal dari:
- FR0109 Rp15,75 triliun
- FR0107 Rp5,15 triliun
- FR0108 Rp3,25 triliun
- FR0102 Rp3,6 triliun
- FR0106 Rp2,7 triliun
- FR0105 Rp1,75 triliun
3. Yield dan rasio kompetisi mencerminkan pasar yang solid

Tingkat imbal hasil (yield) untuk instrumen SPN berada di kisaran 4,89 persen hingga 5,55 persen. Sementara obligasi FR menawarkan yield antara 6,63 persen hingga 6,87 persen.
Rinciannya:
- FR0109: 6,63 persen
- FR0108: 6,80 persen
- FR0106: 6,81 persen
- FR0107: 6,74 persen
- FR0102: 6,86 persen
- FR0105: 6,87 persen
Dari sisi kupon, FR0109 menawarkan 5,87 persen, FR0108 6,5 persen, FR0106 dan FR0107 masing-masing 7,12 persen. Sementara FR0102 dan FR0105 berada di level 6,87 persen.
Tenor yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari jangka pendek hingga panjang. SPN jatuh tempo antara Mei 2026 hingga April 2027, sedangkan obligasi FR memiliki tenor hingga tahun 2064.
Tingkat kompetisi lelang tercermin dari bid-to-cover ratio. SPN01260530 mencatat 3,44 kali, SPN12260730 1,33 kali, dan SPN12270429 1,04 kali.
Untuk seri FR, rasio tercatat:
- FR0109: 2,21 kali
- FR0108: 2,84 kali
- FR0106: 1,74 kali
- FR0107: 1,37 kali
- FR0102: 1,17 kali
- FR0105: 2,2 kali
Seluruh proses setelmen hasil lelang dijadwalkan selesai pada 30 April 2026.

















