Jakarta, IDN Times - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sejumlah faktor risiko yang membayangi perbankan Indonesia saat ini. Salah satunya kenaikan biaya dana atau cost of fund di tengah tren suku bunga global yang tinggi dalam waktu lebih lama.
Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melambat, kredit bermasalah atau (Non-Performing Loan/NPL) di sejumlah sektor dan UMKM meningkat, serta permintaan kredit konsumsi melambat. Kondisi tersebut turut menekan margin bunga bank.
"Secara individu ada beberapa bank yang punya kondisi-kondisi seperti misalnya dia sangat tergantung kepada dana mahal ya kan. Itu memang ada," kata Anggota Dewan Komisioner LPS bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi dalam Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026).
