Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Didepak MSCI, GOTO: Keputusan Teknis, Bukan karena Kinerja
Ilustrasi Gojek. (Dok. GoTo)
  • MSCI menghapus GOTO dari Global Standard Index; perusahaan menyebut keputusan ini bersifat teknis akibat harga saham Rp50 dan volume perdagangan rendah, bukan kinerja perseroan.
  • Pada kuartal II-2026, GOTO membukukan laba bersih Rp252 miliar dan pendapatan bersih Rp5,7 triliun, dengan EBITDA Grup disesuaikan menembus Rp1 triliun untuk pertama kali.
  • GOTO akan melanjutkan dialog aktif dengan MSCI dalam peninjauan indeks berkala, sambil fokus mengelola bisnis demi menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
MSCI menghapus saham GoTo dari daftar indeksnya. GoTo bilang ini karena harga sahamnya Rp50 dan jarang diperdagangkan, bukan karena kerja perusahaannya jelek. GoTo berkata mereka dapat laba Rp252 miliar dan uang masuk Rp5,7 triliun. Sekarang GoTo akan terus bicara dengan MSCI dan mengurus bisnisnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merespons keputusan MSCI Inc yang menghapus emiten tersebut dari Daftar Global Standard Index.

Head of Corporate Affairs GOTO, Audrey Petriny, mengakui keputusan tersebut menjadi kabar yang tak menyenangkan bagi pemegang saham perusahaan.

“Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” kata Aubrey dalam keterangannya, dikutip Kamis, (12/8/2026).

1. GOTO sebut keputusan MSCI bukan disebabkan kinerja

Audrey mengatakan, keputusan MSCI menghapus GOTO dari indeksnya bersifat teknis, karena saham GOTO berada di level terendah Rp50 per lembar saham, dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah.

Namun, Audrey mengatakan keputusan MSCI itu tak disebabkan oleh kinerja perusahaan.

“Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GoTo yang berada di level terendah Rp50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah dan tidak disebabkan oleh kinerja Perseroan,” ucap dia.

2. GOTO pamer EBITDA tembus Rp1 triliun

Dia mengatakan, pada kuartal II-2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar, dengan pendapatan bersih Rp5,7 triliun. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan rekor EBITDA.

“EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya, dan tetap on-track untuk mencapai pedoman kinerja tahunan kami dengan EBITDA Grup yang disesuaikan Rp3,2-3,4 triliun,” tutur Audrey.

3. GOTO berkoordinasi dengan MSCI

Audrey mengatakan, pihaknya akan melakukan dialog aktif dengan MSCI, sekaligus fokus menciptakan nilai tambah untuk pemegang saham.

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” kata Audrey.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article