Rupiah Tergelincir di Pagi Hari, Dolar AS Kembali Perkasa

- Pernyataan hawkish pejabat The Fed tekan rupiah
- Investor pilih bersikap wait and see
- Rupiah diperkirakan bergerak terbatas
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Rabu (7/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.768 per dolar AS.
Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah bergerak melemah ke posisi Rp16.779 per dolar AS. Posisi tersebut terdepresiasi sekitar 21 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada level Rp16.740 per dolar AS.
1. Pernyataan hawkish pejabat The Fed tekan rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai, pergerakan rupiah cenderung datar dengan potensi melemah. Dolar AS mendapat dorongan setelah pernyataan hawkish dari salah satu pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), Thomas Barkin.
Pernyataan hawkish merujuk pada sikap pejabat bank sentral yang cenderung mendukung kebijakan suku bunga tinggi atau pengetatan moneter guna menekan inflasi. Sikap tersebut mendorong penguatan dolar AS.
"Rupiah diperkirakan akan datar dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat The Fed Barkin," katanya.
2. Investor pilih bersikap wait and see
Meski dolar AS menguat, Lukman menyebut, pelaku pasar masih cenderung bersikap menungggu dan mengamati (wait and see). Investor menahan diri sambil menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari AS dan Indonesia.
"Investor cenderung wait and see mengantisipasi serangkaian data ekonomi penting dari AS dan Indonesia," ujar dia.
3. Rupiah diperkirakan bergerak terbatas
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar mata uang Garuda akan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan dolar AS terhadap rupiah berada di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS. Sementara secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun, dolar AS mencatat penguatan sekitar 0,50 persen terhadap rupiah.



















