Duh! 21 Ribu Kendaraan Kekurangan Saldo E-Toll saat Arus Mudik

- Sebanyak 21 ribu kendaraan kekurangan saldo e-toll di GT Kalikangkung selama arus mudik Lebaran 1447 H, menyebabkan antrean dan keterlambatan transaksi tol.
- Jasa Marga memperingatkan potensi kemacetan serupa saat arus balik di GT Cikampek Utama dan mengimbau pengguna jalan memastikan saldo e-toll cukup sebelum masuk tol.
- Pengguna tol disarankan menyiapkan saldo minimal Rp500 ribu untuk rute Semarang–Jakarta dan Rp1 juta untuk Surabaya–Jakarta agar perjalanan arus balik tetap lancar.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 21 ribu kendaraan mengalami kekurangan saldo e-toll di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang selama periode arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah (11-22 Maret 2026 atau H-10 sampai H+1 Lebaran).
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), Rivan A. Purwantono mengatakan jumlah tersebut merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama.
1. Sebabkan kemacetan kendaraan di gerbang tol

Dikarenakan saldo e-toll kurang, puluhan ribu kendaraan itu melakukan top up di gerbang tol.
“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan dikutip dari keterangan resmi.
2. Ada potensi kemacetan karena saldo e-toll kurang di GT Cikampek Utama

Sejalan dengan hal tersebut, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan arus balik dengan memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” ucap Rivan.
3. Saldo e-toll yang harus disiapkan buat perjalanan arus balik

Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan kendaraan Golongan I diimbau menyiapkan saldo e-toll minimal sebesar Rp500 ribu. Sementara itu, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal sebesar Rp1 juta.
Jika proses top up di gerbang tol terjadi pada ribuan kendaraan yang melintas di GT Cikampek Utama tentu akan merugikan pengguna jalan, karena waktu perjalanan terbuang hanya untuk menunggu proses top up. Untuk itu, Jasa Marga kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan agar secara berkala mengecek kecukupan saldo e-toll untuk kelancaran perjalanan arus balik.
Rivan juga kembali mengingatkan kepada pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak), di mana kartu e-toll yang digunakan saat tap in wajib sama dengan yang digunakan saat tap out.
Dengan demikian, pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik pengguna lain apabila saldo tidak mencukupi.
“Untuk kemudahan transaksi, pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-toll melalui berbagai kanal, antara lain Aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, maupun fasilitas top up di rest area,” ucapnya.

















