Jakarta, IDN Times - Antusiasme generasi muda terhadap aset digital terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,93 juta orang per Juli 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, pemahaman mengenai karakteristik investasi dan profil risiko menjadi penting agar keputusan yang diambil tidak sekadar mengikuti tren.
Presiden Direktur PT Pintu Kemana Saja (Pintu) Andy Putra mengatakan, edukasi keuangan digital diperlukan untuk membantu generasi muda memahami aset kripto secara lebih menyeluruh.
"Kami berharap generasi muda dapat memahami aset kripto secara lebih komprehensif, termasuk potensi dan risikonya, sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Pintu Goes to Campus bertajuk Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial yang berlangsung di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Depok.