Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Gandeng 34 Lembaga Keuangan untuk Biayai Proyek Sampah

2 min read
Danantara Gandeng 34 Lembaga Keuangan untuk Biayai Proyek Sampah
Danantara dorong Proyek WTE melalui anak usahanya. (Dok/Istimewa).
  • Danantara melalui DIM dan Denera menggandeng 34 institusi keuangan domestik serta internasional untuk menjajaki pembiayaan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
  • Minat pembiayaan indikatif yang terkumpul melampaui tiga kali estimasi kebutuhan utang, dengan opsi berupa pinjaman, fasilitas nontunai, dan solusi lain sesuai kebutuhan proyek.
  • Pendanaan belum menjadi komitmen; realisasinya bergantung pada kelayakan proyek, struktur komersial, uji tuntas, persetujuan kredit, serta prinsip tata kelola dan keberlanjutan finansial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia menjaring 34 institusi keuangan domestik dan internasional untuk mendukung pembiayaan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Minat pembiayaan indikatif yang terkumpul mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program tersebut.

Pembentukan panel pemberi pinjaman atau lenders panel ini dilakukan melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

"Langkah ini bertujuan memperluas opsi pendanaan sekaligus mempersiapkan pembiayaan proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia," ungkap Chief Financial Officer Denera, M. Ramadhan Harahap dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

  1. 1. Program PSEL memiliki daya tarik yang nyata bagi pasar pembiayaan

    IMG-20251009-WA0037.jpg
    Chief Investment Officer IIF, Mohammad Ramadhan Harahap,. (Dok/Istimewa).

    Ramadhan Harahap, mengatakan, 34 institusi yang tergabung dalam panel tersebut berasal dari berbagai kelompok lembaga keuangan.

    Di antaranya, lembaga pembiayaan proyek internasional, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, hingga pengelola dana iklim.

    Panel ini juga melibatkan bank-bank besar di dalam negeri, termasuk bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta nasional, bank komersial, bank internasional yang beroperasi di Indonesia, serta bank syariah.

    “Respons dari berbagai institusi keuangan ini menunjukkan bahwa program PSEL memiliki daya tarik yang nyata bagi pasar pembiayaan,” ujar Ramadhan.

  2. 2. Beragam opsi pendanaan dijajaki

    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

    Menurut dia, keterlibatan berbagai institusi tersebut memungkinkan DIM dan Denera memetakan kapasitas serta minat pembiayaan, baik untuk keseluruhan portofolio maupun proyek secara individual.

    "Opsi pendanaan yang dijajaki mencakup pinjaman, fasilitas nontunai, dan berbagai solusi pembiayaan lainnya," tegasnya.

    Meski demikian, struktur pendanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek.

    Ramadhan menegaskan, realisasi pembiayaan tetap bergantung pada kelayakan proyek, struktur komersial, dan risiko yang melekat. Karena itu, minat dari calon pemberi pinjaman belum dapat dianggap sebagai komitmen pendanaan.

  3. 3. Seleksi lembaga keuangan dimulai Juli 2026

    Danantara Indonesia (IDN Times/Aditya Pratama)
    Danantara Indonesia (IDN Times/Aditya Pratama)

    Dalam proses pembentukan panel, Danantara melibatkan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat keuangan sekaligus konsultan. Seleksi dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.

    Setiap pengajuan dievaluasi berdasarkan kapasitas keuangan, pengalaman dan kemampuan mengeksekusi pembiayaan, fleksibilitas, serta kesesuaian strategis dengan kebutuhan program PSEL.

    Ramadhan berharap keterlibatan lembaga keuangan domestik dan internasional dapat memperluas pilihan pendanaan untuk pengembangan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.

    Namun, setiap calon pemberi pinjaman masih harus melewati evaluasi kelayakan, proses uji tuntas (due diligence), persetujuan kredit, serta pemenuhan persyaratan yang berlaku sebelum pendanaan dapat direalisasikan.

    Danantara menegaskan, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan finansial tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan proyek PSEL.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More