Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonomi Dunia Diprediksi Tembus $150 T pada 2030, Asia Jadi Penggerak
ilustrasi ekonomi global (magnific.com/xb100)
  • IMF memproyeksikan PDB nominal dunia mencapai 150,3 triliun dolar AS pada 2030, dengan negara berkembang Asia semakin menopang pertumbuhan global.
  • Amerika Serikat diperkirakan tetap memimpin dengan PDB 37,7 triliun dolar AS, disusul China 26 triliun dolar AS; keduanya menambah output besar hingga 2030.
  • Asia dan Timur Tengah diproyeksikan menghasilkan 55,7 triliun dolar AS; India berpeluang menyalip Jerman, sementara Indonesia diperkirakan ber-PDB 2,1 triliun dolar AS dan peringkat ke-16 dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ekonomi dunia diproyeksikan bakal menembus 150 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada 2030. Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs saat ini Rp17.600 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp2.640 kuadriliun. Pertumbuhan tersebut diperkirakan gak hanya datang dari negara-negara maju, tapi juga semakin banyak ditopang oleh negara berkembang di Asia.

Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF), total produk domestik bruto (PDB) nominal dunia pada 2030 bisa mencapai sekitar 150,3 triliun dolar AS. Kalau kamu melihat daftar ekonomi terbesar, Amerika Serikat dan China masih berada di posisi teratas, sementara India punya peluang besar untuk menggeser Jerman. Di sisi lain, Indonesia juga diproyeksikan menjadi salah satu ekonomi besar Asia dengan PDB mencapai sekitar 2,1 triliun dolar AS.

Berikut beberapa gambaran penting mengenai peta ekonomi dunia yang diproyeksikan terjadi pada 2030.

1. Ekonomi dunia diproyeksikan tembus 150 triliun dolar AS

ilustrasi ekonomi global (magnific.com/magnific)

Proyeksi IMF menunjukkan ekonomi dunia pada 2030 bisa mencapai sekitar 150,3 triliun dolar AS berdasarkan PDB nominal. Angka tersebut menggambarkan nilai total aktivitas ekonomi berbagai negara di dunia dalam satu periode. Buat kamu yang mengikuti perkembangan ekonomi global, angka ini menunjukkan betapa besarnya skala pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, pertumbuhan tersebut gak berarti seluruh negara akan berkembang dengan kecepatan yang sama, lho. Sebagian negara maju masih menjadi penyumbang ekonomi terbesar, tapi negara berkembang terutama di Asia diperkirakan punya peran yang makin besar. Perubahan ini penting karena posisi negara-negara tersebut bisa ikut menentukan arah perdagangan, investasi, dan aktivitas ekonomi global.

2. Amerika Serikat dan China masih mendominasi

ilustrasi mata uang dolar AS, bendera Amerika Serikat dan China (pexels.com/www.kaboompics.com)

Amerika Serikat diproyeksikan tetap menjadi ekonomi terbesar dunia pada 2030 dengan PDB nominal sekitar 37,7 triliun dolar AS. Posisi kedua ditempati China dengan ekonomi sekitar 26 triliun dolar AS, sedangkan Jerman berada di posisi ketiga dengan nilai sekitar 6,2 triliun dolar AS. Jika digabungkan, ketiga negara tersebut diperkirakan menyumbang bagian yang sangat besar terhadap perekonomian global.

Menariknya, ketiga ekonomi terbesar ini diproyeksikan tetap berada di posisi yang sama seperti 2026. Ketiganya diperkirakan menambah lebih dari 10 triliun dolar AS output ekonomi sampai 2030, dengan China menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesar. Artinya, kalau kamu melihat peta ekonomi global beberapa tahun mendatang, AS dan China masih akan menjadi dua pemain yang sulit diabaikan.

3. India berpeluang geser Jerman

ilustrasi pasar tradisional di India, crowd (pexels.com/Deepak ghoran)

Persaingan menarik justru terjadi di posisi ketiga karena jarak antara Jerman dan India diproyeksikan sangat tipis. Pada 2030, PDB Jerman diperkirakan mencapai 6,178 triliun dolar AS, sementara India sekitar 6,173 triliun dolar AS. Selisihnya cuma sekitar 5 miliar dolar AS, sehingga perubahan kecil dalam pertumbuhan ekonomi bisa membuat posisi keduanya bertukar.

India juga sudah terlihat jauh lebih besar jika ukuran ekonominya disesuaikan berdasarkan purchasing power parity atau paritas daya beli. Dalam ukuran tersebut, ekonomi India diperkirakan sekitar tiga kali ukuran ekonomi Jerman. Jadi, buat kamu yang memperhatikan negara dengan potensi pertumbuhan besar, India menjadi salah satu ekonomi yang menarik untuk diperhatikan hingga akhir dekade.

4. Asia semakin punya peran besar

ilustrasi stasiun kereta, transportasi umum di Jakarta, Indonesia (pexels.com/Denniz Futalan)

Kawasan Asia dan Timur Tengah diproyeksikan menghasilkan sekitar 55,7 triliun dolar AS output ekonomi pada 2030. Jumlah itu lebih dari sepertiga perekonomian dunia, sehingga kontribusinya gak bisa lagi dianggap sebagai pelengkap. China dan India menjadi dua kekuatan terbesar kawasan, disusul Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia.

Jepang diproyeksikan memiliki PDB sekitar 5 triliun dolar AS pada 2030, sementara Korea Selatan mencapai sekitar 2,3 triliun dolar AS. PDB Indonesia sendiri diperkirakan 2,1 triliun dolar AS dan menempati posisi ke-16 dalam daftar ekonomi dunia. Kalau tren tersebut terwujud, kamu bisa melihat bagaimana negara-negara Asia semakin menentukan arah pertumbuhan ekonomi global.

5. Eropa tetap menjadi kekuatan ekonomi yang seimbang

ilustrasi Rusia (pexels.com/Evgeniy Kostyunin)

Eropa diproyeksikan memiliki total ekonomi sekitar 37 triliun dolar AS pada 2030. Nilai tersebut setara dengan sekitar seperlima dari perekonomian dunia. Salah satu karakteristik kawasan ini adalah kontribusinya yang lebih tersebar di berbagai negara. Jerman, Inggris, Prancis, Italia, dan Rusia menjadi beberapa ekonomi terbesar di kawasan tersebut.

Di dalam Uni Eropa, total PDB nominal negara-negara anggotanya diproyeksikan mencapai sekitar 26,5 triliun dolar AS. Jerman masih menjadi ekonomi terbesar di blok tersebut, diikuti Prancis dengan sekitar 4 triliun dolar AS, dan Italia sekitar 3 triliun dolar AS. Sementara itu, Inggris diproyeksikan menjadi ekonomi non-Uni Eropa terbesar di kawasan dengan PDB sekitar 5,1 triliun dolar AS.

Proyeksi ekonomi 2030 menunjukkan bahwa perekonomian dunia bakal semakin besar sekaligus semakin dinamis. Ekonomi global diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp2.404,8 kuadriliun. Amerika Serikat dan China masih diperkirakan menjadi dua kekuatan utama, tapi India dan sejumlah negara Asia berpotensi memperbesar pengaruhnya.

Indonesia juga punya posisi yang cukup menarik dengan proyeksi PDB sekitar 2,1 triliun dolar AS pada 2030. Buat kamu, perubahan ini menunjukkan bahwa peluang ekonomi global ke depan gak hanya datang dari negara-negara yang selama ini sudah dominan, tapi juga dari kawasan Asia yang pertumbuhannya terus berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article