Telkom Buka Suara soal Investasi di GOTO bikin Rugi Sementara Rp5 T

- Telkomsel memegang 23,72 miliar saham GOTO atau 1,99 persen per 31 Agustus 2026; pembelian Rp270 per saham kini bernilai Rp50, memicu floating loss Rp5,22 triliun.
- Telkom menegaskan pergerakan harga saham GOTO mencerminkan dinamika pasar, bukan manfaat kemitraan strategis jangka panjang yang ditujukan mengoptimalkan sinergi dan penciptaan nilai bagi Telkomsel.
- Telkomsel akan mengevaluasi kinerja investasi dan realisasi sinergi secara disiplin; laporan semester I-2026 mencatat rugi belum terealisasi perubahan nilai wajar GOTO sebesar Rp332 miliar.
Jakarta, IDN Times - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjelaskan sikap perusahaan atas investasi anak usahanya, Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Per 31 Agustus 2026, tercatat Telkomsel mengantongi 23,72 miliar lembar saham GOTO, atau setara 1,99 persen dari total saham beredar.
Telkomsel membeli saham GOTO di harga Rp270 per lembar saham. Saat ini, harga saham GOTO bertahan di Rp50 per lembar. Atas investasi itu, Telkomsel mencatatkan kerugian sementara alias floating loss sebesar Rp5,22 triliun.
Menjawab hal tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomselm Daru Mulyawan mengatakan pergerakan harga saham GOTO tidak mencerminkan manfaat kerja sama perusahaan dalam bentuk kemitraan melalui investasi tersebut.
“Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” kata Daru dalam Public Expose Telkom Indonesia, Senin (7/9/2026).
1. Telkomsel beli saham GOTO untuk investasi jangka panjang

Ilustrasi GoTo. (Dok. GoTo) Daru mengatakan, Telkomsel melakukan investasi di GOTO untuk tujuan jangka panjang dan kemitraan strategis.
“Investasi Telkomsel di GOTO merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi, sinergi, dan penciptaan nilai bagi Telkomsel,” tutur Daru.
2. Telkomsel bakal lebih bijak dalam memilih investasi
Ilustrasi jaringan 5G Telkomsel (dok. Telkomsel) Meski begitu, Daru memastikan Telkomsel ke depannya akan lebih bijak dalam memutuskan investasi.
“Ke depan, Telkomsel akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi. Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara prudent, berdasarkan kajian yang komprehensif, serta mengikuti prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku,” ucap Daru.
3. Telkomsel melihat harga saham GOTO di level wajar

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko) Dalam laporan keuangan Telkom per kuarta II-2026, pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO menggunakan level 1 berdasarkan nilai pasar GOTO masing-masing sebesar Rp50 per saham dan Rp58 per saham.
Perusahaan membukukan jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah sebesar Rp332 miliar dan Rp285 miliar.
Nilai itu disajikan sebagai kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.





















