6 Bandara Alternatif Disiapkan Imbas Soetta-Halim Ditutup

- Pemerintah menyiapkan enam bandara alternatif di Jawa untuk mengalihkan penerbangan menuju Jakarta, setelah Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma ditutup hingga pukul 18.00 WIB akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
- Pengalihan penerbangan bergantung pada kesiapan bandara, rute, dan keputusan maskapai. Kemenhub berkoordinasi dengan pihak terkait serta meminta penumpang memeriksa status penerbangan sebelum berangkat.
- Sebaran abu vulkanik berdampak pada sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang sejak 5 September, mencakup pembatalan, penundaan, serta pengalihan penerbangan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan enam bandara alternatif di Pulau Jawa untuk pengalihan pendaratan penerbangan domestik maupun internasional menuju Jakarta.
Enam bandara alternatif tersebut adalah Bandara Juanda di Jawa Timur; Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah; Bandara Internasional Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta; Bandara Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta; Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah; serta Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
Bandara alternatif disiapkan karena Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Halim Perdanakusuma masih ditutup sampai pukul 18.00 WIB imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dikutip Senin, (7/9/2026).
1. Menyesuaikan kesiapan bandara

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum) Penggunaan bandara alternatif tersebut tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan bandara, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.
Kemenhub mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara untuk memastikan status penerbangannya kepada maskapai sebelum menuju bandara.
Penumpang yang terdampak penutupan bandara juga diimbau untuk mengikuti arahan dan kebijakan maskapai terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini. Dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat membantu proses penanganan kondisi ini, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” ujar Dudy.
2. Tujuh bandara masih ditutup

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Sejumlah bandara yang masih akan ditutup hingga pukul 18.00 WIB, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.
Sementara, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan, yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per hari ini pukul 09.00 WIB.
BMKG mencatat, pada Senin (7/9) pagi, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki. Kondisi tersebut masih berpotensi memengaruhi jalur penerbangan, sehingga penyesuaian operasional bandara dan penerbangan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan terbaru.
3. Sebanyak 2.300 penerbangan terdampak

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan tercatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak. Data tersebut merupakan akumulasi dampak operasional sejak Sabtu, (5/9) dan mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.
Pada bandara yang berstatus ditutup sementara, tercatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak, sedangkan pada bandara lain yang penerbangannya terdampak akibat penyesuaian rute tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.


















