Jawa Masih Dominasi Ekonomi RI, Kontribusi ke PDB Capai 56,05 Persen

- BPS mencatat Jawa mendominasi ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 dengan kontribusi 56,05 persen terhadap PDB nasional, disusul Sumatra sebesar 22,55 persen.
- Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi, 6,08 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan nasional 5,47 persen; Jawa tumbuh 5,84 persen dan Sulawesi 5,68 persen.
- Industri pengolahan menjadi penopang utama di berbagai wilayah; DKI Jakarta memimpin andil pertumbuhan Jawa, Bali di Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan Timur di Kalimantan, serta Maluku Utara di Maluku-Papua.
Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian Indonesia pada kuartal III 2026. Wilayah ini memberikan kontribusi sebesar 56,05 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Kontribusi ekonomi dari wilayah Jawa terhadap PDB masih yang tertinggi sebesar 56,05 persen," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026).
Setelah Jawa, Sumatra menjadi kontributor terbesar kedua terhadap PDB nasional dengan pangsa sebesar 22,55 persen. Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal III 2026.
BPS mencatat ekonomi Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,08 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen.
"Selain Bali dan Nusa Tenggara, pertumbuhan ekonomi Jawa dan Sulawesi juga berada di atas pertumbuhan nasional. Ekonomi Jawa tumbuh 5,84 persen, sedangkan Sulawesi tumbuh 5,68 persen," jelas Edy.
Adapun ekonomi Sumatra tumbuh 4,95 persen, Kalimantan sebesar 3,96 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 4,42 persen.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. "DKI Jakarta menjadi provinsi dengan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa, yakni sebesar 1,63 persen," jelasnya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sumatra ditopang oleh industri pengolahan, pertambangan, dan konstruksi. Sumatra Utara menjadi provinsi dengan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut, yakni sebesar 1,13 persen.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan. Dengan pertumbuhan mencapai 6,08 persen, wilayah ini memiliki kontribusi sebesar 2,82 persen terhadap PDB nasional. Provinsi Bali menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi regional dengan andil sebesar 2,79 persen.
Selanjutnya, ekonomi Sulawesi tumbuh 5,68 persen dengan kontribusi sebesar 7,49 persen terhadap PDB nasional. Pertumbuhan wilayah ini ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Salah satu provinsi di wilayah Sulawesi memberikan andil terbesar sebesar 2,54 persen terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Adapun Kalimantan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,96 persen dengan kontribusi 8,25 persen terhadap PDB nasional. Industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian menjadi sektor utama penopang pertumbuhan wilayah tersebut. Kalimantan Timur memberikan andil terbesar sebesar 1,78 persen.
Sementara itu, ekonomi Maluku dan Papua tumbuh 4,42 persen dengan kontribusi sebesar 2,84 persen terhadap PDB nasional. Pertumbuhan wilayah ini ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Maluku Utara menjadi provinsi dengan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi regional, yakni sebesar 3,41 persen.




















