Jumlah Pengangguran RI 7,38 Juta Orang per Agustus 2026

BPS mencatat 7,38 juta penganggur pada Agustus 2026, turun 77.000 orang secara tahunan. Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,75 persen.
Jumlah penduduk bekerja mencapai 147,99 juta orang, naik 1,44 juta. Pekerja penuh bertambah 1,2 juta, sementara pekerja paruh waktu berkurang 1,001 juta.
TPAK turun menjadi 70,33 persen. TPT laki-laki menurun ke 4,64 persen, sedangkan perempuan naik ke 4,93 persen; pengangguran perkotaan dan perdesaan sama-sama turun.
Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026. Angka pengangguran tersebut turun sebanyak 77.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2026 mencapai 147,99 juta orang. Jumlah tersebut bertambah 1,44 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
"Dari total angkatan kerja, sebanyak 147,99 juta orang merupakan penduduk bekerja, sedangkan 7,38 juta orang lainnya merupakan pengangguran," ujar Edy dalam Konferensi Pers BPS, Kamis (5/11/2026).
Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,75 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan TPT Agustus 2025. BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 220,91 juta orang pada Agustus 2026.
"Jumlah tersebut meningkat 2,74 juta orang dibandingkan Agustus 2025," jelas Edy.
Dari total penduduk usia kerja tersebut, sebanyak 155,37 juta orang merupakan angkatan kerja. Jumlah ini bertambah 1,30 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penduduk yang bukan angkatan kerja tercatat sebanyak 65,54 juta orang atau meningkat 1,38 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
Jika dirinci berdasarkan status pekerjaan, jumlah penduduk bekerja terdiri atas 99,85 juta orang pekerja penuh, 35,295 juta orang pekerja paruh waktu, dan 12,844 juta orang setengah pengangguran. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah pekerja penuh bertambah 1,2 juta orang. Sebaliknya, pekerja paruh waktu berkurang 1,001 juta orang, sedangkan jumlah setengah pengangguran bertambah 1,244 juta orang.
Di tengah bertambahnya jumlah penduduk bekerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan. BPS mencatat TPAK pada Agustus 2026 sebesar 70,33 persen, lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 70,59 persen.
"Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan perempuan. TPAK laki-laki tercatat sebesar 84,16 persen, sedangkan perempuan sebesar 56,37 persen," jelas Edy.
Berdasarkan jenis kelamin, perkembangan tingkat pengangguran menunjukkan pergerakan berbeda antara laki-laki dan perempuan. BPS mencatat TPT laki-laki pada Agustus 2026 turun menjadi 4,64 persen, dibandingkan 4,85 persen pada Agustus 2025.
Sebaliknya, TPT perempuan justru meningkat menjadi 4,93 persen pada Agustus 2026, dari sebelumnya 4,84 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT di perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami penurunan.
"TPT perkotaan tercatat sebesar 5,53 persen pada Agustus 2026, turun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 5,75 persen. Adapun TPT perdesaan turun tipis menjadi 3,45 persen dari sebelumnya 3,47 persen," ungkapnya.
Data tersebut menunjukkan jumlah pengangguran secara nasional mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perkembangan pasar tenaga kerja masih memperlihatkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, dengan tingkat pengangguran perempuan yang justru meningkat.





















.jpg)
