Jakarta, IDN Times - Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Untuk mendukung hal tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada 4 November 2026.
PNM Gandeng ABPEDNAS untuk Perluas Literasi Keuangan di Desa

PNM dan ABPEDNAS menandatangani MoU pada 4 November 2026 untuk memperkuat literasi keuangan, memetakan potensi desa, serta mendampingi kelompok usaha dan masyarakat prasejahtera.
Kolaborasi memperluas pendekatan PNM Mekaar, yang memadukan pembiayaan dengan pertemuan kelompok mingguan, edukasi, dan pendampingan agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usaha.
PNM dan ABPEDNAS menyatukan fokus pemberdayaan perempuan melalui Mekaar dan Srikandi Jaga Desa, guna memperkuat jejaring komunitas serta peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan desa.
Kolaborasi ini berfokus pada penguatan literasi keuangan, pemetaan potensi desa, hingga pendampingan kelompok usaha. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas edukasi dan pendampingan hukum bagi masyarakat prasejahtera.
1. Perkuat literasi keuangan dan pendampingan usaha di desa

Permodalan Nasional Madani (PNM) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada 4 November 2026. (dok. PNM) Melalui kerja sama ini, PNM dan ABPEDNAS akan memperkuat literasi keuangan masyarakat desa sebagai salah satu langkah awal pemberdayaan ekonomi. Upaya tersebut dilanjutkan dengan pemetaan potensi dan aspirasi desa, serta pendampingan kelompok usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain edukasi keuangan, kolaborasi ini juga mencakup edukasi mengenai pencegahan dan deteksi dini persoalan hukum, termasuk pendampingan bagi masyarakat prasejahtera.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Reda Manthovani, mengatakan kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar pembangunan desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam, membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ujarnya.
2. Perluas pendampingan usaha melalui pengalaman PNM Mekaar

Dian, nasabah PNM Mekaar yang merupakan pendiri usaha kuliner Dapur Female di Lampung. (dok. PNM) Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas pendekatan pemberdayaan yang telah dijalankan PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan dan kapasitas nasabah. Salah satunya dilakukan melalui pertemuan kelompok mingguan yang menjadi ruang pendampingan sekaligus edukasi bagi perempuan prasejahtera.
"Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa," ungkapnya.
Dengan pendekatan tersebut, PNM berharap perempuan prasejahtera tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
3. Dorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi desa

Pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar yang berjualan di PNM Liga Nusantara 2024/2025. (dok. PNM) Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu titik temu antara PNM dan ABPEDNAS. Melalui program Mekaar, PNM mendampingi perempuan prasejahtera dalam mengembangkan usaha. Sementara itu, ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kesamaan fokus ini membuka peluang bagi kedua pihak untuk memperluas jangkauan edukasi, memperkuat jejaring komunitas, serta mengoptimalkan potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan.
Melalui kolaborasi tersebut, PNM dan ABPEDNAS diharapkan dapat memperluas manfaat program pemberdayaan hingga ke tingkat desa. Dengan begitu, penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian warga. (WEB)
#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM





















