Laba Produsen Mobil Asal Jerman BMW Capai Titik Terendah Sejak 2020

- Laba operasional BMW turun 35,2 persen secara tahunan menjadi 5,2 miliar euro selama sembilan bulan pertama 2026, level terendah sejak 2020.
- Pada kuartal ketiga, pendapatan BMW turun 5,8 persen menjadi 30,45 miliar euro dan EBIT merosot 29,7 persen, dipicu kemerosotan pasar otomotif China.
- BMW memangkas proyeksi tahunan; penjualan kendaraan kini diperkirakan turun 5–9,9 persen, sementara margin divisi otomotif berpotensi berada sekitar nol persen.
Jakarta, IDN Times - Produsen mobil asal Jerman, BMW, mengumumkan laba operasional mereka turun sebesar 35,2 persen secara tahunan pada sembilan bulan pertama tahun ini. Nilai laba operasional tersebut tercatat sebesar 5,2 miliar euro atau setara Rp105,80 triliun (kurs Rp20.347). Pengumuman resmi mengenai kinerja keuangan tersebut disampaikan oleh pihak perusahaan pada Rabu (4/11/2026).
Dilansir Anadolu Agency, capaian laba operasional pada periode sembilan bulan pertama ini merupakan level terendah sejak tahun 2020. Selain perolehan periode tersebut, pabrikan yang berbasis di Munich ini turut melaporkan penurunan pendapatan serta laba pada kuartal ketiga.
1. Kinerja kuartal ketiga dan penurunan pasar otomotif China

Beijing, China (unsplash.com/Christian Lue) BMW mengaitkan penurunan pendapatan dan laba pada kuartal ketiga dengan kemerosotan tajam di pasar otomotif China. Keterangan mengenai penurunan tersebut dilaporkan oleh surat kabar harian Die Welt.
Pendapatan BMW pada kuartal ketiga tercatat turun sebesar 5,8 persen secara tahunan menjadi 30,45 miliar euro atau setara Rp619,56 triliun. Pada periode yang sama, laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) mereka mengalami penurunan sebesar 29,7 persen menjadi 1,59 miliar euro atau setara Rp32,35 triliun.
Divisi otomotif BMW membukukan margin operasional sebesar 3,4 persen pada kuartal ketiga tahun ini. Realisasi margin operasional tersebut tercatat turun sebesar 1,8 poin persentase dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
2. Dinamika penjualan di Amerika Serikat, Eropa, dan China

ilustrasi showroom BMW (unsplash.com/Myron Mott) BMW tercatat menjual lebih banyak unit kendaraan di wilayah Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Kendati demikian, perusahaan tetap menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan kendaraan di pasar China.
Tingkat penjualan kendaraan BMW di China mengalami penurunan sekitar 25 persen. Pelemahan permintaan konsumen di China tersebut menjadi sumber tekanan bagi penjualan unit kendaraan BMW.
3. Pemangkasan proyeksi keuangan dan target penjualan tahunan

Kantor pusat BMW (unsplash.com/Arjun Raj) Pada Selasa (3/11/2026) malam, BMW menurunkan perkiraan kinerja setahun penuh untuk kedua kalinya pada tahun ini. Produsen mobil ini memperingatkan bahwa margin laba divisi otomotif mereka kemungkinan hanya mencapai sekitar 0,5 persen, baik di atas maupun di bawah nol.
Revisi terhadap prospek setahun penuh tersebut berarti BMW berpotensi menghadapi kesulitan untuk menghasilkan keuntungan dari bisnis inti otomotif mereka. Peringatan margin divisi otomotif tersebut menjadi bagian dari penyesuaian proyeksi tahunan perusahaan.
BMW juga merevisi proyeksi volume penjualan kendaraan tahunan mereka. Perusahaan kini mengantisipasi penurunan moderat antara 5 persen hingga 9,9 persen, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan tipis antara 1 persen hingga 4,9 persen.






















