Analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 yang mencapai 5,47 persen secara year on year (yoy).
Di sisi lain, indeks dolar AS juga mencatatkan pelemahan, dibayangi dinamika politik di Amerika Serikat (AS) setelah Partai Demokrat menang telak dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections).
Pelaku pasar masih berhati-hati sembari menunggu arah kebijakan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
“Perhatian pasar selanjutnya kini tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed dengan data klaim pengangguran mingguan (Initial Jobless Claims) yang akan dirilis malam ini, diikuti oleh data Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis hari Jumat besok,” tutur Ibrahim dalam keterangan resmi.