Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti keputusan Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.
Langkah itu diambil beberapa jam sebelum batas waktu berakhir, dengan tujuan memberi ruang bagi perundingan untuk mengakhiri perang yang telah menelan ribuan korban jiwa dan mengacaukan ekonomi global.
"Langkah tersebut tampak sepihak, dan belum jelas apakah Iran, atau sekutu AS Israel, akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata, yang dimulai dua minggu lalu," kata Ibrahim.
Pihak Iran, melalui Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi, menegaskan bahwa mereka tidak meminta perpanjangan dan tetap pada pendirian untuk melawan blokade AS dengan kekerasan.
Di sisi lain, aktivitas di Selat Hormuz terlihat hampir mati. Data pengiriman menunjukkan lalu lintas di jalur air tersebut hampir terhenti, dengan hanya tiga kapal yang melintas dalam 24 jam terakhir.