Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uzbekistan (unplash.com/Dasha Novikova)
  • PDB Uzbekistan tumbuh 8,3 persen secara tahunan pada Januari-September 2026 menjadi 1.755,5 triliun som, dipimpin sektor jasa yang menyumbang 4,2 poin persentase.

  • Sektor jasa, industri, konstruksi, serta pertanian sama-sama berekspansi; investasi modal tetap naik 20,1 persen menjadi 584,2 triliun som dan pekerjaan konstruksi meningkat 12,3 persen.

  • Perdagangan luar negeri mencapai 65,4 miliar dolar AS, dengan impor naik 15,7 persen menjadi 39,6 miliar dolar AS, sementara ekspor turun 5,5 persen menjadi 25,8 miliar dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Produk Domestik Bruto (PDB) Uzbekistan mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,3 persen secara tahunan pada periode Januari hingga September 2026. Nilai total PDB negara tersebut mencapai 1.755,5 triliun som atau setara Rp2.633,25 triliun (kurs Rp1,5) berdasarkan harga berlaku.

Berdasarkan data awal Komite Statistik Nasional Uzbekistan, sektor jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dengan menyumbang 4,2 poin persentase. Kenaikan Produk Domestik Bruto tersebut juga didukung oleh ekspansi output pada sektor industri, konstruksi, dan pertanian.

1. Sektor jasa dan industri catat ekspansi produksi

ilustrasi pabrik perakitan mobil (unsplash.com/carlos aranda)

Sektor jasa mencatatkan kenaikan produksi sebesar 8,9 persen dan menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor industri bertumbuh 8,1 persen dengan menyumbang dua poin persentase, sedangkan sektor konstruksi tumbuh 12,5 persen dan menyumbang satu poin persentase. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kenaikan 4,6 persen dengan sumbangan 0,7 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut laporan Kun.uz, industri manufaktur menyumbang 86,9 persen dari total produksi industri nasional. Produksi mesin dan peralatan yang tidak diklasifikasikan di tempat lain mencapai 148,9 persen dari level periode yang sama pada 2025. Sebaliknya, produksi tembakau mengalami penurunan menjadi 83,4 persen dari level produksi periode Januari hingga September 2025.

Total hasil dan layanan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 465,3 triliun som atau setara Rp697,95 triliun. Dari total output pertanian, pertanian dehkan dan rumah tangga menyumbang porsi 62,2 persen, pertanian komersial 26,7 persen, dan organisasi pertanian 11 persen. Produksi biji-bijian tercatat naik 16,3 persen, kentang tumbuh 6,6 persen, melon dan labu naik 4,5 persen, serta sayuran meningkat 3,6 persen.

2. Investasi modal tetap dan aktivitas konstruksi meningkat

ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)

Investasi pada modal tetap di Uzbekistan mencapai 584,2 triliun som atau setara Rp876,3 triliun, meningkat 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi langsung asing dan pinjaman internasional menyumbang 63,6 persen dari total investasi tersebut, dengan porsi investasi asing langsung mencapai 38,9 persen. Sumber dana lainnya berasal dari dana rumah tangga sebesar 12,3 persen, dana pelaku usaha 11,6 persen, dan pinjaman luar negeri yang dijamin pemerintah sebesar 6,2 persen.

Pekerjaan konstruksi tercatat bernilai 339,3 triliun som atau setara Rp508,95 triliun, atau naik 12,3 persen secara tahunan sebagaimana dilaporkan media Kun.uz. Usaha kecil dan perusahaan mikro mengerjakan 50,6 persen dari seluruh pekerjaan konstruksi nasional. Sementara itu, perusahaan besar dan organisasi menangani 26,4 persen dan operator sektor informal mengerjakan 23 persen.

Tingkat inflasi harga konsumen di Uzbekistan berada di angka 4,2 persen pada periode Januari hingga September 2026. Harga sektor jasa naik 5,6 persen, barang nonmakanan meningkat 4,6 persen, dan harga makanan bertambah rata-rata 2,9 persen. Kategori layanan asuransi dan keuangan mencatat kenaikan indeks harga tertinggi, sedangkan pakaian dan alas kaki mencatat kenaikan terendah dibandingkan Desember 2025.

3. Transaksi perdagangan luar negeri capai 65,4 miliar dolar AS

ilustrasi kontainer (pexels.com/K)

Perputaran perdagangan luar negeri Uzbekistan mencapai 65,4 miliar dolar AS atau setara Rp1.186,23 triliun (kurs Rp18.132), naik 6,3 persen dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2025. Kenaikan nilai total perdagangan luar negeri tersebut tercatat sebesar 3,87 miliar dolar AS atau setara Rp70,19 triliun. Nilai impor naik 15,7 persen menjadi 39,6 miliar dolar AS atau setara Rp718,26 triliun, yang didorong oleh naiknya permintaan mesin dan peralatan.

Nilai ekspor Uzbekistan mengalami penurunan sebesar 5,5 persen menjadi 25,8 miliar dolar AS atau setara Rp467,96 triliun. Mesin dan peralatan transportasi merupakan komponen impor terbesar dengan kontribusi 32,5 persen dari total impor. Pada sisi ekspor, barang industri menyumbang 14,1 persen, aneka barang manufaktur sebesar 10,2 persen, dan produk kimia sebesar 7,9 persen.

Sebanyak 68.500 perusahaan baru berdiri selama sembilan bulan pertama tahun 2026, termasuk 66.300 usaha kecil dan mikro. Jumlah total perusahaan aktif di Uzbekistan mencapai 621.100 unit per 1 Oktober 2026, dengan Kota Tashkent mencatatkan jumlah tertinggi sebanyak 118.860 perusahaan (tidak termasuk sektor pertanian dan rumah tangga). Selain itu, terdapat 22.029 perusahaan aktif yang memiliki partisipasi modal asing, terdiri atas 4.851 perusahaan patungan dan 17.178 perusahaan milik asing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article