ilustrasi pabrik perakitan mobil (unsplash.com/carlos aranda)
Sektor jasa mencatatkan kenaikan produksi sebesar 8,9 persen dan menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor industri bertumbuh 8,1 persen dengan menyumbang dua poin persentase, sedangkan sektor konstruksi tumbuh 12,5 persen dan menyumbang satu poin persentase. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kenaikan 4,6 persen dengan sumbangan 0,7 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menurut laporan Kun.uz, industri manufaktur menyumbang 86,9 persen dari total produksi industri nasional. Produksi mesin dan peralatan yang tidak diklasifikasikan di tempat lain mencapai 148,9 persen dari level periode yang sama pada 2025. Sebaliknya, produksi tembakau mengalami penurunan menjadi 83,4 persen dari level produksi periode Januari hingga September 2025.
Total hasil dan layanan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 465,3 triliun som atau setara Rp697,95 triliun. Dari total output pertanian, pertanian dehkan dan rumah tangga menyumbang porsi 62,2 persen, pertanian komersial 26,7 persen, dan organisasi pertanian 11 persen. Produksi biji-bijian tercatat naik 16,3 persen, kentang tumbuh 6,6 persen, melon dan labu naik 4,5 persen, serta sayuran meningkat 3,6 persen.