Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kilang Pertamina Plaju (Dok. Pertamina Patra Niaga RU Plaju)
  • PertaMC dan MUTU membuka peluang kerja sama lebih luas melalui layanan teknis, lingkungan, keberlanjutan, serta pengelolaan aset industri energi.

  • MoU menjadi langkah lanjutan dari kemitraan kedua perusahaan yang telah berjalan sejak 2024.

  • MUTU International membawa kapabilitas TICC untuk mendukung penjaminan mutu, keselamatan, standar, dan keandalan operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

PertaMC dan MUTU International mulai menjalin kemitraan.

Rabu (4/11/2026)

Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan cakupan peluang sinergi dalam keterangan tertulis.

kini

Kedua perusahaan melanjutkan kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan menjajaki kerja sama yang lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • Apa?
    PertaMC dan MUTU membuka peluang kerja sama lebih luas melalui layanan teknis, lingkungan, penjaminan mutu, keselamatan, dan keberlanjutan.
  • Siapa?
    PT Pertamina Maintenance & Construction (PertaMC) dan PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU).
  • Di mana?
    Dalam lingkup industri energi; lokasi penandatanganan nota kesepahaman belum ada keterangan resmi.
  • Kapan?
    Pembahasan dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (4/11/2026), setelah kemitraan yang berjalan sejak 2024.
  • Mengapa?
    Untuk menjajaki layanan yang mendukung keandalan operasional, pengelolaan lingkungan, keselamatan, pemenuhan standar, dan keberlanjutan.
  • Bagaimana?
    Melalui penandatanganan nota kesepahaman dan penggabungan kapabilitas layanan inspeksi, penjaminan mutu, serta keberlanjutan dengan kebutuhan PertaMC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

PertaMC dan MUTU ingin bekerja sama lebih luas di bidang energi. Mereka membahas pemeriksaan, keselamatan, lingkungan, dan pengelolaan limbah. Sandiaga Uno dan Arifin Lambaga menyampaikan peluang kerja sama ini. Mereka sudah bermitra sejak 2024 dan sekarang membuat kesepakatan untuk membahas kerja sama berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peluang kerja sama ini mempertemukan layanan teknis MUTU International dengan kebutuhan PertaMC di bidang energi. Cakupannya juga memasukkan lingkungan, keselamatan, penjaminan mutu, dan keberlanjutan. Dengan pengalaman kemitraan sejak 2024, kedua perusahaan memiliki dasar untuk mengembangkan hubungan bisnis dan mendukung operasional industri yang memenuhi standar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Maintenance & Construction (PertaMC) membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) melalui sejumlah layanan industri energi.

Bidang yang masuk dalam pembahasan, antara lain inspeksi teknis, Non-Destructive Testing (NDT), Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), sertifikasi, kalibrasi, pemantauan lingkungan, serta verifikasi dan validasi karbon.

Komisaris Utama MUTU Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pembahasan kerja sama juga mencakup layanan Environmental, Social, and Governance (ESG), pengelolaan Wastewater Treatment Plant (WWTP), pembersihan tangki (tank cleaning), hingga pengolahan lumpur minyak (oil sludge treatment).

"Cakupan tersebut mencerminkan peluang pengembangan sinergi yang tidak hanya berfokus pada keandalan aset dan kualitas operasional, tetapi juga pada aspek pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan," kata dia, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

1. Kerja sama mencakup layanan teknis dan lingkungan

Ilustrasi pekerja di kilang migas. (dok. Pertamina)

Sandiaga menjelaskan, perhatian industri terhadap efisiensi, keselamatan kerja, kepatuhan, dan kinerja lingkungan terus meningkat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan teknis dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari transformasi industri energi.

"Dengan mengedepankan kompetensi, integritas, dan standar mutu, MUTU International berupaya mengambil peran dalam mendukung ekosistem industri energi yang semakin andal, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Sandiaga.

Dia menyebut pengembangan kerja sama itu diarahkan pada sejumlah kebutuhan industri energi, termasuk menjaga keandalan operasional dan meningkatkan pengelolaan lingkungan.

MoU yang ditandatangani kedua perusahaan menjadi awal untuk membahas peluang kerja sama tersebut lebih lanjut. Pihaknya berharap hubungan bisnis ini dapat berkembang dan memperbesar kontribusinya dalam industri energi nasional.

2. Kemitraan kedua perusahaan sudah berjalan sejak 2024

Kerja sama perusahaan. (Dok. MUTU)

Kerja sama PertaMC dan MUTU International bukan kali pertama dilakukan. Kedua perusahaan telah menjalin kemitraan sejak 2024 dan kini melanjutkannya melalui penandatanganan nota kesepahaman.

Melalui kesepakatan tersebut, keduanya akan menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan industri energi. Cakupannya meliputi layanan teknis, penjaminan mutu, keselamatan, serta solusi keberlanjutan.

Presiden Direktur Mutuagung Lestari Arifin Lambaga mengatakan, pengalaman bekerja sama sejak 2024 menjadi modal bagi kedua perusahaan untuk mengembangkan hubungan bisnis. Salah satu peluang yang dijajaki yakni menggabungkan layanan inspeksi teknis, penjaminan mutu, dan keberlanjutan yang dimiliki MUTU International dengan kebutuhan PertaMC.

"Kami percaya, melalui sinergi yang kuat dan berorientasi pada kualitas, kerja sama ini dapat berkembang menjadi kolaborasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi industri dan mendukung kemajuan Indonesia," tuturnya.

3. Bisnis TICC berkembang di berbagai sektor industri

Ilustrasi ruang laboratorium. (pexels.com/Edward Jenner)

PT Mutuagung Lestari Tbk melalui MUTU International merupakan perusahaan jasa pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan kalibrasi atau Testing, Inspection, Certification, and Calibration (TICC). Perusahaan yang berdiri sejak 1990 itu menyediakan layanan untuk sejumlah sektor industri. Layanannya mencakup pengujian dan pemeriksaan, sertifikasi, hingga kalibrasi yang berkaitan dengan pemenuhan standar.

"Kapabilitas tersebut mencakup penjaminan mutu, keselamatan industri, serta layanan teknis yang berorientasi pada pemenuhan standar, keandalan operasional, dan peningkatan daya saing," kata Arifin.

Editorial Team

Related Article