Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jumlah Pengangguran di Selandia Baru Naik Jadi 174 Ribu Orang

2 min read
Jumlah Pengangguran di Selandia Baru Naik Jadi 174 Ribu Orang
ilustrasi bendera Selandia Baru (unsplash.com/Kerin Gedge)
  • Jumlah penganggur Selandia Baru naik menjadi 174 ribu pada kuartal III 2026, dengan tingkat pengangguran meningkat 0,1 poin menjadi 5,7 persen.
  • Pengangguran jangka panjang mencapai 36.300 orang, naik dari 22.600 orang setahun sebelumnya; kelompok Kepulauan Pasifik mencatat tingkat pengangguran tertinggi, 11,5 persen.
  • Jumlah pekerja turun 5 ribu menjadi 2,891 juta, menekan tingkat penyerapan kerja ke 66,4 persen; partisipasi angkatan kerja dan proporsi pemuda NEET juga menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Jumlah penganggur di Selandia Baru yang disesuaikan secara musiman meningkat menjadi 174 ribu orang pada kuartal III 2026. Angka tersebut bertambah 3 ribu orang atau 1,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat sebanyak 171 ribu orang.

Dilansir Stats NZ pada Rabu (4/11/2026), tingkat pengangguran juga naik sebesar 0,1 poin persentase menjadi 5,7 persen pada periode yang sama. Secara tahunan, jumlah penganggur meningkat 8,7 persen dibandingkan kuartal III 2025.

  1. 1. Tingkat pengangguran tertinggi mencapai 11,5 persen

    penganggur
    ilustrasi penganggur (freepik.com/karlyukav)

    Berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki tercatat stabil sebesar 5,6 persen atau tidak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran perempuan meningkat dari 5,5 persen menjadi 5,7 persen.

    Dari sisi jumlah, terdapat seribu lebih sedikit laki-laki yang menganggur dibandingkan kuartal sebelumnya. Sebaliknya, jumlah perempuan yang menganggur bertambah 3 ribu orang.

    Berdasarkan kelompok etnis, tingkat pengangguran tertinggi tercatat pada kelompok Kepulauan Pasifik sebesar 11,5 persen. Berikutnya, Māori mencatat tingkat pengangguran 10,9 persen, disusul kelompok Asia sebesar 5 persen dan Eropa 4,5 persen. Data tersebut tidak disesuaikan secara musiman. 

  2. 2. Pengangguran jangka panjang meningkat jadi 36.300 orang

    penganggur
    ilustrasi penganggur (pexels.com/Ron Lach)

    Sebanyak 36.300 orang tercatat menganggur selama lebih dari satu tahun pada kuartal III 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 22.600 orang.

    Berdasarkan data yang tidak disesuaikan secara musiman, pengangguran selama lebih dari satu tahun mencakup 21,5 persen dari total 169.100 orang yang menganggur pada kuartal III 2026.

  3. 3. Tingkat penyerapan tenaga kerja turun menjadi 66,4 persen

    wawancara kerja
    ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Di tengah peningkatan jumlah penganggur, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 2,891 juta orang pada kuartal III 2026. Angka tersebut turun 5 ribu orang dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 2,896 juta orang. Secara tahunan, jumlah pekerja justru meningkat 0,7 persen.

    Tingkat penyerapan tenaga kerja turun dari 66,7 persen menjadi 66,4 persen. Penurunan juga terjadi pada tingkat pekerja laki-laki, dari 70,4 persen menjadi 70,1 persen, serta perempuan dari 63,1 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 62,8 persen.

    Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja turun 0,2 poin persentase menjadi 70,4 persen. Angka tersebut mencakup 74,3 persen untuk laki-laki dan 66,6 persen untuk perempuan.

    Stats NZ juga melaporkan proporsi anak muda berusia 15 — 24 tahun yang tidak sedang bekerja, tidak bersekolah atau berkuliah, serta tidak mengikuti pelatihan atau kursus (NEET) meningkat menjadi 14,1 persen. Angka tersebut naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 13,8 persen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More