ilustrasi mencari pekerjaan, loker, lowongan kerja, ngopi, berangkat kerja (magnific.com/ArthurHidden)
Pada akhirnya, kamu mungkin gak perlu terlalu terpaku pada apakah ekonomi saat ini berbentuk K, C, E, atau X. Para ekonom melihat bahwa faktor usia dan tahap kehidupan bisa menjadi cara yang lebih berguna untuk memahami siapa yang paling merasakan tekanan finansial.
Generasi Z yang baru memasuki dunia kerja, misalnya, menghadapi persoalan yang berbeda dengan generasi X yang sudah berada di usia pertengahan karier. Keduanya bisa sama-sama tertekan, tapi penyebab dan kebutuhan finansialnya belum tentu sama.
Bagi Gen Z, biaya tempat tinggal terutama bagi mereka yang masih menyewa menjadi salah satu persoalan utama. Sementara itu, generasi X bisa berada dalam posisi harus membantu anak, mendukung orangtua, sekaligus menyiapkan dana pensiun sendiri.
Karena itu, perubahan pertumbuhan upah dan belanja memang menjadi kabar yang cukup positif, tapi belum cukup untuk membuktikan bahwa kesenjangan ekonomi sudah sepenuhnya pulih. Kalau kamu ingin melihat kondisi ekonomi dengan lebih realistis, penting untuk melihat bukan cuma siapa yang pendapatannya tumbuh paling cepat, tapi juga siapa yang masih punya ruang bernapas setelah membayar seluruh kebutuhan hidup.
Secara keseluruhan, pernyataan bahwa ekonomi K sudah berakhir memang punya dasar dari sejumlah perkembangan terbaru. Pertumbuhan upah dan belanja kelompok berpenghasilan rendah mulai mengejar kelompok atas, sehingga jarak ekonomi terlihat lebih dekat dibanding sebelumnya.
Namun, tekanan dari biaya rumah, utang, dan kebutuhan sehari-hari masih membuat banyak rumah tangga berada dalam kondisi sulit. Jadi, lebih tepat kalau kamu melihatnya sebagai tanda bahwa kesenjangan mulai berubah arah, bukan sebagai bukti bahwa masalah kesenjangan sudah selesai.