Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta-fakta 4 Tol RI yang Bisa Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
Tol digunakan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. (Dok. Kementerian PU)
  • Kementerian PU menyiapkan sejumlah ruas tol agar bisa difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU, bagian dari konsep infrastruktur dengan fungsi ganda untuk mobilitas dan pertahanan.
  • Ada empat ruas tol yang disiapkan: Banda Aceh–Sigli, Jakarta–Cikampek II Selatan, Probolinggo–Banyuwangi, serta Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung dengan lintasan sekitar 2,8 hingga 3,5 kilometer.
  • Tol Terpeka telah diuji pada 11 Februari 2026 dengan pendaratan pesawat F-16 dan Super Tucano, menjadi uji coba pertama penggunaan jalan tol sebagai landasan pesawat tempur di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah ruas jalan tol agar dapat digunakan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam kondisi tertentu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur dengan konsep fungsi ganda atau dual use. Selain digunakan untuk kebutuhan transportasi masyarakat dan distribusi logistik, ruas tol tertentu juga dirancang untuk mendukung kebutuhan pertahanan negara.

1. Alasan tol jadi landasan darurat pesawat tempur

Tol digunakan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. (Dok. Kementerian PU)

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada kebutuhan mobilitas masyarakat. Menurutnya, infrastruktur juga perlu memiliki nilai strategis untuk kepentingan nasional.

Oleh karena itu, beberapa ruas jalan tol disiapkan agar tetap dapat beroperasi sebagai jalan tol dalam kondisi normal, tetapi bisa dialihfungsikan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur TNI AU saat dibutuhkan.

"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Menteri Dody.

2. Empat ruas tol disiapkan jadi landasan darurat

Tol digunakan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. (Dok. Kementerian PU)

Kementerian PU menyiapkan empat ruas jalan tol untuk mendukung kebutuhan tersebut. Keempatnya yakni:

  • Jalan Tol Banda Aceh-Sigli: Untuk Tol Banda Aceh-Sigli, lintasan yang tersedia saat ini memiliki panjang sekitar 2,8 kilometer dan akan diperpanjang sekitar 1 kilometer.

  • Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan): Lintasan di Tol Japek II Selatan yang sebelumnya sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang menjadi sekitar 3,5 kilometer.

  • Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi: Tol Probolinggo-Banyuwangi disiapkan dengan lintasan sepanjang sekitar 3 hingga 3,5 kilometer.

  • Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka)

"Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," ujar Dody.

3. Tol Terpeka sudah diuji untuk pendaratan F-16

Tol digunakan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. (Dok. Kementerian PU)

Kesiapan jalan tol sebagai landasan darurat sebelumnya telah diuji melalui pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU di Tol Terpeka pada 11 Februari 2026. Uji coba dilakukan di segmen antara Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang, tepatnya pada ruas KM 228 sampai KM 231.

Dalam uji coba tersebut, dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, berhasil melakukan pendaratan serta lepas landas di ruas tol tersebut.

Kegiatan itu menjadi uji coba pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di jalan tol Indonesia. Melalui konsep penggunaan ganda ini, jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan pertahanan ketika diperlukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article