Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari entitas induknya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) agar berada di bawah kendali Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Alasan mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengakuisisi PNM adalah demi mengoptimalkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Purbaya, PNM memiliki kinerja baik sebagai penyalur kredit kepada nasabah ultra mikro.
Jika disetujui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) selaku pemegang saham pengendali BRI, PNM akan dijadikan badan layanan umum (BLU) di bawah Kemenkeu, kemudian ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang fokus menyalurkan KUR.
"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Terkait ambisinya itu, Purbaya sempat mengeklaim sudah mendapat lampu hijau dari CEO Danantara, Rosan Roeslani. Namun, persetujuan tersebut masih sebatas diskusi.
"Ini masih diskusi. Kalau di sana (Danantara), di atas katanya sudah setuju, tapi di bawahnya saya gak tahu. Sepertinya sama juga kayak birokrasi, BUMN memang lambat," kata dia di Kemenkeu, Rabu (25/3).
Mengenai PNM yang diincar Purbaya untuk menjadi penyalur KUR negara, berikut fakta-fakta anak usaha BRI tersebut:
