Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Freeport Mau Setop Pakai PLTU Batu Bara, Beralih ke Gas

AGS_7158 copy.jpg
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam acara Indonesia Summit 2025. (Dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Ditargetkan mulai beralih pada 2027, pasokan LNG dari berbagai sumber.
  • Potensi turunkan emisi hingga 30 persen dengan penggunaan LNG pada pembangkit listrik.
  • Reduksi emisi bisa signifikan, mencapai hingga 60 persen dibandingkan kondisi tahun 2018.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Freeport Indonesia (PTFI) akan mengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara dengan pembangkit berbahan bakar gas alam cair (LNG). Langkah itu dilakukan karena LNG dinilai lebih bersih dibandingkan batu bara.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan hal tersebut dalam Visionary Leaders by IDN Times dengan tema “Global Trade and Investment: Positioning Indonesia as a Key Player” di Indonesia Summit 2025 yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta pada Rabu (27/8/2025).

"Kita akan mengganti, dalam proses untuk mengganti PLTU batu bara kita dengan LNG. Kan LNG jauh lebih bersih," kata Tony.

1. Ditargetkan mulai beralih pada 2027

AGS_7152 copy.jpg
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam acara Indonesia Summit 2025. (Dok. IDN Times)

Tony menjelaskan, pembangkit listrik berbasis LNG tersebut ditargetkan mulai beroperasi (online) pada 2027. Dia menambahkan, kebutuhan LNG untuk pembangkit itu akan dipasok dari beberapa sumber berbeda.

"Tahun 2027 mungkin akan online. (Pasokan LNG-nya) dari berbagai pihak, ada beberapa sumber," ujar dia.

2. Potensi turunkan emisi hingga 30 persen

Ilustrasi emisi karbon industri. (pixabay.com/marcinjozwiak)
Ilustrasi emisi karbon industri. (pixabay.com/marcinjozwiak)

Tony menuturkan, penggunaan LNG pada pembangkit listrik dapat menurunkan emisi sekitar 30 persen. Dia menjelaskan, perbedaan emisi antara PLTU batu bara dengan pembangkit LNG combined cycle sangat besar.

"Itu mungkin tambahan dekarbonisasi lagi sekitar 30 persen lagi. Kita belum menghitung detail tapi kira-kira. Karena emisinya kan jauh berbeda PLTU batu bara sama LNG combined cycle power plant," paparnya.

3. Reduksi emisi bisa signifikan

Emisi Gas Rumah Kaca
Emisi Gas Rumah Kaca

Tony menambahkan, saat pembangkit berbasis LNG beroperasi pada 2027, penurunan emisi bisa mencapai hingga 60 persen dibandingkan kondisi tahun 2018. Itu menjadi bukti perusahaan tambang dapat beroperasi dengan cara yang lebih bersih.

"Yang ini tentu saja emisinya akan turun lebih banyak lagi," ujar Tony.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us