ilustrasi lansia belanja kebutuhan sehari-hari (magnific.com/gpointstudio)
Ketika memasuki usia 50-an hingga 60-an, fokus keuangan biasanya mulai bergeser. Jika sebelumnya tujuan utama adalah meningkatkan penghasilan, kini banyak orang lebih memikirkan cara mempertahankan aset yang sudah dimiliki. Risiko investasi mulai menjadi perhatian yang lebih besar dibanding peluang keuntungan yang agresif. Fase ini sering disebut sebagai masa perlindungan kekayaan.
Menurut data BLS, pekerja Amerika usia 55-64 tahun memiliki median pendapatan sekitar US$68.744 per tahun. Nilai tersebut setara sekitar Rp1,11 miliar per tahun atau sekitar Rp93 juta per bulan. Pendapatan memang mulai sedikit menurun dibanding kelompok usia sebelumnya. Namun, banyak orang pada rentang usia ini sudah memiliki aset yang jauh lebih besar dibanding saat masih muda.
Di Indonesia, kelompok usia 50-54 tahun justru termasuk yang memiliki rata-rata upah tertinggi. Data BPS menunjukkan rata-rata penghasilannya mencapai sekitar Rp3,92 juta per bulan. Setelah melewati rentang usia tersebut, rata-rata pendapatan mulai mengalami penurunan. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan berkurangnya aktivitas kerja dan semakin dekatnya masa pensiun.
Analisis data pemerintah Amerika yang dilakukan oleh Empower menunjukkan bahwa banyak jutawan di negara tersebut baru mencapai kekayaan tujuh digit saat berusia 50-an hingga 60-an. Temuan ini menunjukkan bahwa membangun kekayaan umumnya membutuhkan waktu yang panjang. Konsistensi menabung, berinvestasi, dan mengelola keuangan selama puluhan tahun sering menjadi faktor yang lebih penting dibanding besarnya gaji semata.
Kalau melihat angka-angka di atas, perbedaan gaji antara Amerika Serikat dan Indonesia memang terlihat sangat besar. Bahkan rata-rata pendapatan bulanan pekerja Amerika usia 30-an bisa mendekati Rp100 juta per bulan, sedangkan rata-rata pekerja Indonesia masih berada di kisaran Rp3-4 juta per bulan. Meski begitu, perbandingan nominal gak selalu mencerminkan kualitas hidup secara langsung karena biaya hidup di kedua negara juga berbeda jauh.
Hal menariknya, pola perkembangan pendapatan di Amerika dan Indonesia ternyata cukup mirip. Penghasilan cenderung meningkat seiring bertambahnya pengalaman kerja, mencapai puncaknya pada usia produktif, lalu mulai melambat menjelang pensiun. Karena itu, kamu gak perlu terlalu khawatir jika merasa penghasilan saat ini belum setinggi orang lain. Selama terus meningkatkan kemampuan dan mengelola keuangan dengan baik, peluang untuk mencapai kondisi finansial yang lebih stabil tetap terbuka lebar.