Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Genjot Transisi Energi, PLN IP Andalkan Hidrogen Hijau
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan pengembangan hidrogen hijau menjadi bagian dari strategi jangka panjang (Dok/Istimewa).
  • PLN Indonesia Power menegaskan hidrogen hijau sebagai strategi jangka panjang untuk mempercepat transformasi energi nasional dan mendukung dekarbonisasi sektor transportasi serta industri.
  • Partisipasi PLN IP di IIMS 2026 menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem hidrogen hijau melalui inovasi seperti mobil green hydrogen dan stasiun pengisian hidrogen.
  • PLN IP menekankan pentingnya kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat guna mempercepat pengembangan hidrogen hijau dan mewujudkan transportasi rendah emisi di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - T PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan pengembangan hidrogen hijau menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam mempercepat transformasi energi nasional.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, perseroan tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengambil peran dalam menghadirkan solusi energi bersih masa depan.

“Pengembangan hidrogen hijau menjadi salah satu pilar penting kami dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan industri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik,” ujar Bernadus dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).

1. Perlu pengembangan ekosistem hidrogen hijau

ilustrasi infrastruktur pembuatan hidrogen (pexels.com/Jan van der Wolf)

Bernadus mencontohkan keikutsertaan PLN IP di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta, pada 5-15 Februari 2026 lalu, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih nasional melalui pengembangan ekosistem hidrogen hijau.

Dalam ajang itu, PLN IP menampilkan mobil green hydrogen kepada publik sebagai wujud konsistensi perusahaan dalam mengembangkan teknologi energi ramah lingkungan.

"Selain mobil green hydrogen, PLN Indonesia Power juga menampilkan inovasi dan produk pengembangan energi bersih lainnya, antara lain dummy hydrogen refueling station (HRS) dan solar PV," tegasnya.

2. Sektor transportasi menyumbang sekitar seperempat emisi karbon dunia

PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PLN Indonesia Power (PLN IP) telah mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) di Indonesia. (Dok/Istimewa).

Officer Generation and Project Technology Development PLN Indonesia Power Dindi Wahyu Aldio mengatakan, sektor transportasi menyumbang sekitar seperempat emisi karbon dunia, sehingga membutuhkan inovasi berkelanjutan.

"Hidrogen menjadi solusi potensial karena saat digunakan sebagai bahan bakar tidak menghasilkan emisi karbon dan hanya menghasilkan uap air," ujarnya.

3. Butuh sinergi untuk kembangkan hidrogen

ilustrasi infrastruktur pembuatan hidrogen (pexels.com/Jan van der Wolf)

Menurut Dindi, pengembangan hidrogen tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar ekosistem ini tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

"PLN Indonesia Power telah memulai dari sisi produksi hingga infrastruktur pengisian, dan ke depan kami berharap semakin banyak pihak terlibat untuk bersama-sama menurunkan emisi karbon serta mewujudkan transportasi ramah lingkungan di Indonesia," ucap Dindi.

Editorial Team