Mencari pendanaan untuk mengembangkan bisnis gak selalu harus melalui pinjaman bank atau melepas sebagian kepemilikan perusahaan. Ada alternatif yang memungkinkan bisnis memperoleh modal dengan membayar kembali pendanaan berdasarkan persentase pendapatan yang dihasilkan. Model ini dikenal sebagai revenue-based financing dan mulai menarik perhatian pelaku usaha yang ingin bertumbuh dengan skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Meski terdengar sederhana, skema pendanaan ini tetap memiliki mekanisme dan konsekuensi yang perlu dipahami secara matang. Besaran pembayaran dapat mengikuti performa pendapatan bisnis sehingga karakteristiknya berbeda dari cicilan tetap pada pinjaman konvensional. Sebelum menjadikannya pilihan, yuk pahami lima hal penting tentang revenue-based financing agar keputusan pendanaan bisnis terasa lebih terukur.
