Haleon Indonesia Operasikan PLTS Atap 416 kWp di Pabrik Pulogadung

- Fasilitas Pulogadung memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik dan Asia Tenggara.
- PLTS Atap pertama Haleon Indonesia akan menekan emisi karbon dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam upaya dekarbonisasi.
- SUN Energy melihat sektor kesehatan sebagai potensi besar dalam mempercepat adopsi energi bersih, menjadi mitra strategis untuk proses produksi yang efisien dan berorientasi pada keberlanjutan.
Jakarta, IDN Times - Haleon Indonesia, perusahaan kesehatan konsumen global yang menaungi merek Panadol, Sensodyne, Actifed, dan Voltaren, meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksinya di Pulogadung, Jakarta Timur.
Direktur Pulogadung Site Haleon Indonesia, Suwandi Yulia Putra, mengatakan PLTS Atap berkapasitas 416,97 kWp tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi terbarukan per tahun.
"Pemanfaatan energi hijau ini berpotensi menekan emisi karbon lebih dari 449 ton CO₂e per tahun, setara dengan daya serap karbon sekitar 7.460 pohon setiap tahunnya," ungkap ujar, Senin (26/1/2026).
1. Sejalan dengan blueprint keberlanjutan global

Fasilitas Pulogadung memiliki peran strategis, tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memasok produk ke sejumlah negara di Asia Tenggara.
"Karena itu, pengoperasian PLTS Atap ini sejalan dengan blueprint keberlanjutan global Haleon,” ujar Suwandi.
2. PLTS Atap pertama Haleon Indonesia akan tekan emisi

Menurutnya, pengoperasian PLTS Atap ini bukan sekedar inisiatif tambahan, melainkan telah menjadi bagian dari komitmen inti perusahaan dalam upaya dekarbonisasi.
PLTS Atap pertama Haleon Indonesia ini menjadi tonggak awal transisi menuju operasional yang lebih rendah emisi. Proyek PLTS Atap tersebut direalisasikan melalui kolaborasi dengan SUN Energy.
3. SUN Energy melihat sektor kesehatan miliki potensi besar dalam mempercepat adopsi energi bersih

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menilai sektor kesehatan memiliki standar operasional yang ketat, sehingga adopsi energi terbarukan oleh Haleon menjadi sinyal kuat bahwa transisi energi merupakan kebutuhan lintas sektor.
“SUN Energy siap menjadi mitra strategis dalam membangun proses produksi yang efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.
SUN Energy melihat sektor kesehatan sebagai salah satu sektor dengan potensi besar dalam mempercepat adopsi energi bersih, seiring meningkatnya permintaan terhadap produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan diproduksi secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar proyek energi terbarukan, inisiatif ini menjadi langkah strategis Haleon untuk memperkuat standar operasional yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab di seluruh fasilitas produksinya.















