Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertumbuhan Ekonomi Berpeluang Tembus 8 Persen pada 2029

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (IDN Times/Triyan)
Intinya sih...
  • Mesin ekonomi harus digerakkan secara seimbang dengan libatkan swasta
  • Purbaya optimistis bisa realisasikan pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini
  • Pertumbuhan ekonomi 2029 diproyeksi sentuh 8 persen
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang menembus 8 persen pada 2029, dengan catatan ia masih menjabat pada periode tersebut. Target pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat secara bertahap mulai 2026.

"Tahun ini 6 persen, tahun depan 6,5 persen, seterusnya mendekati 7 persen, dan pada 2029 pertumbuhan menjadi 8 persen, jika saya masih di sini," ujar Purbaya kepada awak media usai Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

1. Mesin ekonomi harus digerakkan secara seimbang dengan libatkan swasta

Pertumbuhan Ekonomi Berpeluang Tembus 8 Persen pada 2029
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Purbaya menilai, jalur menuju pertumbuhan tinggi masih terbuka, dengan syarat mesin ekonomi digerakkan secara seimbang oleh pemerintah dan sektor swasta. Purbaya menyebut, dalam 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan ekonomi nasional belum bekerja secara maksimal.

Berdasarkan pengalamannya di pemerintahan, pada periode 2004–2014 di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor swasta berperan dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sedangkan peran pemerintah saat itu dinilai belum optimal.

Sementara itu, pada periode 2014–2024 di era Joko "Jokowi" Widodo, pemerintah bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui pembangunan infrastruktur. Sayangnya, kebijakan moneter pada periode tersebut dinilai belum sepenuhnya mendukung peran sektor swasta.

“Sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya. Kami berusaha menggerakkan dua mesin pertumbuhan, yaitu pemerintah dan swasta,” ujar Purbaya.

Ia juga menyinggung perjalanan kebijakan fiskal dalam dua dekade terakhir. Sejak 2004, jabatan menteri keuangan terlama dipegang oleh Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani menjabat pada 7 Desember 2005 hingga 20 Mei 2010 di era SBY, serta kembali menjabat pada 27 Juli 2016 hingga 8 September 2025 pada masa pemerintahan Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

2. Purbaya optimistis bisa realisasikan pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini

Pertumbuhan Ekonomi Berpeluang Tembus 8 Persen pada 2029
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Meski pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen, Purbaya optimistis realisasi pertumbuhan dapat mencapai 6 persen pada tahun ini. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, peluang tersebut dinilai terbuka lebar.

Saat ini, pemerintah terus memperbaiki iklim investasi, mengingat investasi memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Purbaya, setelah pertumbuhan ekonomi mampu menembus level 6 persen, pertumbuhan di atas angka tersebut bukan hal yang sulit dicapai.

“Saya pikir setelah itu, tumbuh di atas 6 persen tidaklah terlalu sulit. Jadi, kita memanfaatkan semua mesin pertumbuhan dalam ekonomi untuk memastikan bahwa kita tumbuh dengan kapasitas penuh ekonomi,” tuturnya.

3. Pertumbuhan ekonomi 2029 diproyeksi sentuh 8 persen

Pertumbuhan Ekonomi Berpeluang Tembus 8 Persen pada 2029
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 8 persen pada 2029. Target ini sejalan dengan agenda jangka panjang Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapainya, diperlukan dorongan investasi yang kuat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ia mengungkapkan, salah satu hambatan utama pertumbuhan ekonomi dan investasi adalah kompleksitas birokrasi. Namun, pemerintah terus menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Gerakan Judi Pasti Rugi Dorong Transaksi Judol Turun 57 Persen di RI

03 Feb 2026, 22:25 WIBBusiness