- Cabai merah: 0,49 persen
- Cabai rawit: 0,14 persen
- Kelapa: 0,11 persen
- Bawang merah: 0,09 persen
- Bayam: 0,06 persen
Pemulihan Cepat Banjir Sumatra: Hexindo Hadir dengan Alat Berat

- Hexindo memberikan bantuan alat berat untuk pemulihan banjir di Sumatra, menekankan pentingnya aksesibilitas dalam proses pemulihan.
- Aceh mencatat deflasi 0,15 persen pada Januari 2026 setelah mengalami inflasi sebesar 3,60 persen pada Desember 2025.
- Di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, terjadi deflasi dengan beberapa komoditas penyumbang deflasi terbesar di masing-masing provinsi.
Jakarta, IDN Times - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (Hexindo) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak banjir di Sumatra dengan menggabungkan bantuan kemanusiaan dan keahlian perusahaan di industri alat berat.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Hexindo menyerahkan sejumlah unit ekskavator ZX210F-5G ke beberapa wilayah terdampak. Salah satunya, alat berat diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara untuk membantu perbaikan infrastruktur di Desa Sawang, Dusun Lhok Pungki, Gampong Gunci, dan wilayah lain yang rusak akibat banjir.
1. Aksesibilitas merupakan kunci di masa pemulihan.

Presiden Direktur Hexindo, Bapak Dwi Swasono, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kolaborasi perusahaan dan karyawan untuk memberikan solusi yang tepat guna.
“Selain dukungan dana, aksesibilitas merupakan kunci di masa pemulihan. Dengan mengerahkan alat berat, kami berharap dapat membantu masyarakat dan pemerintah agar proses normalisasi infrastruktur dan aktivitas ekonomi dapat pulih lebih cepat,” ujarnya.
Hexindo menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pemimpin industri alat berat, tetapi juga sebagai mitra yang sigap mendukung pemerintah serta keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
2. Aceh catatkan deflasi 0,15 persen per Januari

Secara lebih rinci, Aceh mencatat deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026, setelah mengalami inflasi sebesar 3,60 persen pada Desember 2025.
"Penurunan harga terutama disebabkan oleh telur ayam ras sebesar 0,26 persen, diikuti cabai merah 0,23 persen, beras 0,18 persen, bahan bakar rumah tangga 0,13 persen, dan minyak goreng 0,13 persen," ujarnya.
3. Rincian deflasi di Sumatra Utara dan Sumatra Barat

Di Sumatra Utara, inflasi Desember 2025 sebesar 1,66 persen berbalik menjadi deflasi 0,75 persen pada Januari 2026. Beberapa komoditas penyumbang deflasi terbesar di provinsi ini antara lain:
Sementara itu, di Sumatra Barat, komoditas yang paling dominan menyumbang deflasi adalah:
- Cabai merah: 1,16 persen
- Tarif air minum PAM: 0,12 persen
- Bawang merah: 0,08 persen
- Tarif angkutan antarkota: 0,05 persen
- Cabai hijau: 0,05 persen
















