Berdasarkan data situs logammulia.com harga buyback juga turun lebih dalam yakni Rp36 ribu sehingga dibanderol Rp2,372 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Harga Emas Antam Drop Rp18 Ribu, Dibanderol Rp2,65 Juta per Gram

- Harga emas Antam turun Rp18 ribu per gram menjadi Rp2,655 juta, sementara harga buyback ikut anjlok Rp36 ribu ke level Rp2,372 juta per gram.
- Emas dinilai penting untuk diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan arah dengan saham atau properti, sehingga bisa menjaga stabilitas aset investor.
- Investasi emas sering dipilih investor konservatif karena risikonya rendah, namun kurang cocok untuk tujuan jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp18 ribu per gram pada Rabu (24/6/2026). Dengan demikian, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2,655 juta per gram.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Rincian harga emas hari ini
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1,386,5 juta
- Harga emas 1 gram: Rp2,673 juta
- Harga emas 2 gram: Rp5,286 juta
- Harga emas 3 gram: Rp7,904 juta
- Harga emas 5 gram: Rp13,140 juta
- Harga emas 10 gram: Rp26,225 juta
- Harga emas 25 gram: Rp65,437 juta
- Harga emas 50 gram: Rp130,79 juta
- Harga emas 100 gram: Rp261,512 juta
- Harga emas 250 gram: Rp653,515 juta
- Harga emas 500 gram: Rp1,3 miliar
- Harga emas 1.000 gram: Rp2,61 miliar.
2. Emas jadi instrumen investasi untuk diversifikasi portofolio
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Investasi emas sering jadi pilihan investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!


















