ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital)
Federal Reserve menetapkan suku bunga acuan tetap bertahan di rentang 3,75 persen hingga 4 persen pada Rabu (28/10/2026). Bank sentral AS tersebut mengakui bahwa laju inflasi saat ini masih tetap tinggi. Keputusan ini menyusul kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada September 2026 yang merupakan kenaikan perdana dalam lebih dari tiga tahun.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh turut memberikan pernyataan terkait perkembangan situasi saat ini.
"Periode tepat di hadapan kita sangat kaya akan informasi. Ada banyak hal yang terjadi di dunia. Rekan-rekan saya dan saya sangat ingin memperhatikannya," ujar Kevin Warsh seperti dikutip CNBC, Sabtu (31/10/2026).
Pelaku pasar keuangan kini memperhitungkan peluang lebih dari 80 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember 2026, menurut indikator CME FedWatch Tool.
Laporan ekonomi ini hadir menjelang pemilu paruh waktu di AS dengan biaya hidup sebagai perhatian utama para pemilih. Di sisi lain, laju inflasi di AS telah berada di atas target dua persen milik The Fed selama lebih dari lima tahun, dan data September kian menjauhkannya dari sasaran tersebut.
Berdasarkan jajak pendapat, sebagian besar pemilih menyatakan tidak puas terhadap perekonomian dan penanganan kenaikan biaya oleh Presiden Donald Trump.