Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Ketidaksetaraan Pendapatan? Ini Penyebab dan Dampaknya

4 min read
Apa Itu Ketidaksetaraan Pendapatan? Ini Penyebab dan Dampaknya
Ilustrasi upah (IDN Times)
  • Ketidaksetaraan pendapatan terjadi ketika penghasilan masyarakat berbeda jauh dan tidak terbagi secara merata.

  • Globalisasi, teknologi, pendidikan, bias gender dan ras, kondisi ekonomi, serta perpajakan dapat memengaruhi kesenjangan pendapatan.

  • Indeks Gini mengukur ketimpangan, sementara kebijakan fiskal, pendidikan, kesehatan, program sosial, dan akses keuangan menjadi langkah penanganannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketidaksetaraan pendapatan merupakan kondisi ketika penghasilan masyarakat tidak terbagi secara merata. Ada kelompok masyarakat yang memperoleh pendapatan jauh lebih besar, sementara kelompok lainnya harus bertahan dengan penghasilan yang lebih rendah.

Dilansir Investopedia, kondisi ini bukan hanya berkaitan dengan perbedaan gaji atau upah. Ketidaksetaraan pendapatan juga mencerminkan perbedaan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, pendidikan, dan meningkatkan taraf hidup.

Ketimpangan tersebut bisa terjadi di berbagai negara dan kelompok masyarakat. Untuk memahami seberapa besar kesenjangan yang terjadi, salah satu alat yang sering digunakan adalah Indeks Gini.

Lantas, apa sebenarnya ketidaksetaraan pendapatan, apa penyebabnya, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat?

  1. 1. Apa itu ketidaksetaraan pendapatan?

    Ilustrasi upah (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi upah (IDN Times/Arief Rahmat)

    Ketidaksetaraan pendapatan adalah kondisi ketika penghasilan yang diterima masyarakat memiliki perbedaan yang cukup besar dan tidak terdistribusi secara merata. Sederhananya, sebagian orang bisa mendapatkan penghasilan sangat tinggi, sedangkan sebagian lainnya memperoleh pendapatan jauh lebih kecil meskipun sama-sama bekerja.

    Ketidaksetaraan pendapatan berbeda dengan ketidaksetaraan kekayaan. Ketidaksetaraan pendapatan berkaitan dengan uang yang diperoleh seseorang, seperti gaji dan upah. Sementara itu, ketidaksetaraan kekayaan berkaitan dengan total aset yang dimiliki setelah dikurangi kewajiban atau utang.

    Kondisi ini juga bisa dilihat berdasarkan sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari jenis kelamin, etnis, lokasi tempat tinggal, hingga jenis pekerjaan. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah menggunakan Indeks Gini. Indeks ini dikembangkan oleh ahli statistik asal Italia, Corrado Gini, pada awal 1900-an.

    Indeks Gini memiliki rentang nilai 0 hingga 100. Semakin tinggi angkanya, semakin besar ketidaksetaraan pendapatan di suatu negara. Sebaliknya, angka yang lebih rendah menunjukkan distribusi pendapatan yang lebih merata.

  2. 2. Faktor penyebab ketidaksetaraan pendapatan

    Ilustrasi upah atau tunjangan karyawan (pexels.com/@karolina-grabowska)
    Ilustrasi upah atau tunjangan karyawan (pexels.com/@karolina-grabowska)

    Ketidaksetaraan pendapatan bisa terjadi karena berbagai faktor. Perbedaan pendidikan, perkembangan teknologi, hingga kondisi ekonomi dapat memengaruhi besarnya penghasilan yang diterima masyarakat.

    Berikut sejumlah faktor yang dapat menyebabkan ketidaksetaraan pendapatan:

    • Globalisasi: Perdagangan antarnegara membuat perusahaan bisa memindahkan kegiatan produksi ke negara yang memiliki biaya tenaga kerja lebih murah. Perubahan ini berpotensi menghilangkan pekerjaan dan sumber penghasilan jangka panjang bagi pekerja di negara asal.
    • Kemajuan teknologi: Penggunaan teknologi dan otomatisasi dapat menggantikan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia. Kondisi ini berisiko mengurangi kesempatan kerja dan menekan upah, terutama bagi pekerja dengan tingkat pendidikan lebih rendah.
    • Bias gender dan ras: Perbedaan perlakuan berdasarkan gender dan ras dapat membuat sebagian kelompok memperoleh penghasilan lebih rendah. Misalnya, perempuan bisa menerima gaji lebih kecil dibandingkan laki-laki meskipun berada di posisi pekerjaan yang sama.
    • Pendidikan: Tingkat pendidikan turut memengaruhi kesempatan seseorang mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi. Pekerja yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah atas cenderung mengalami pertumbuhan upah lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki pendidikan perguruan tinggi atau pascasarjana.
    • Kondisi ekonomi: Ketika perekonomian melemah, pengangguran, gejolak keuangan, dan perlambatan investasi bisnis bisa memengaruhi pendapatan masyarakat.
    • Perpajakan: Kebijakan pajak tertentu dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi kelompok berpenghasilan tinggi. Contohnya, kebijakan terkait pajak perusahaan, pajak keuntungan modal, dan pemotongan pajak penghasilan.

  3. 3. Dampak ketidaksetaraan pendapatan dan bagaimana cara mengatasinya

    ilustrasi upah rata-rata (pexels.com/karolinagrabowska)
    ilustrasi upah rata-rata (pexels.com/karolinagrabowska)

    Ketidaksetaraan pendapatan dalam tingkat tertentu merupakan hal yang wajar. Sebab, setiap orang memiliki kemampuan, usaha, dan keberuntungan yang berbeda-beda. Namun, ketimpangan yang terlalu besar bisa menimbulkan masalah bagi masyarakat maupun perekonomian.

    Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), ketidaksetaraan pendapatan yang berlebihan dapat mengikis hubungan sosial, memicu polarisasi politik, hingga menghambat pertumbuhan ekonomi.

    Selain itu, kesenjangan pendapatan juga bisa memicu keresahan politik dan mempersempit kesempatan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan peluang ekonomi pun berisiko semakin tidak merata.

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah dan lembaga terkait dapat melakukan sejumlah langkah, antara lain:

    1. Memperbaiki kebijakan fiskal: Pemerintah dapat menggunakan kebijakan perpajakan dan belanja negara untuk membantu mengurangi kesenjangan pendapatan.
    2. Memperluas akses pendidikan: Kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik dapat membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih tinggi.
    3. Meningkatkan layanan kesehatan: Pelayanan kesehatan universal dapat membantu menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat.
    4. Memperkuat program sosial: Program perlindungan sosial, termasuk Jaminan Sosial dan Medicaid, dapat membantu meringankan beban biaya masyarakat.
    5. Meningkatkan akses keuangan: Inovasi teknologi keuangan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap layanan perbankan dan mendukung inklusi keuangan.
    6. IMF dan Bank Dunia juga memiliki perhatian terhadap persoalan ini. Salah satu tujuannya adalah membantu meningkatkan pendapatan 10 persen penduduk berpenghasilan terendah di setiap negara melalui upaya menjaga stabilitas keuangan, mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang, dan mengurangi kemiskinan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More