Jakarta, IDN Times – Harga minyak mentah Brent menyentuh 115 dolar AS per barel (setara Rp2,05 juta) pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat, level tertinggi sejak Mei. Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan hingga melampaui 100 dolar AS (sekitar Rp1,79 juta per barel).
Harga Brent naik 1 persen dalam sehari dan hampir 4 persen selama sepekan, sehingga memperpanjang kenaikan lebih dari 85 persen sepanjang 2026. Harga minyak tersebut sebelumnya berada di level 72 dolar AS (setara Rp1,2 juta) per barel pada Februari, sebelum melonjak akibat ancaman Teheran untuk menyerang instalasi minyak, kabel bawah laut, pusat data, hingga fasilitas kecerdasan buatan apabila Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan.
Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah milisi Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang pelabuhan Yanbu di Laut Merah, ladang minyak, serta bandara di Arab Saudi. Ancaman terhadap berbagai fasilitas strategis tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi dari Timur Tengah dan tertahannya distribusi minyak mentah dalam jumlah besar.
