Jakarta, IDN Times - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi bidang hilirisasi sepanjang semester I-2026 (Januari-Juni) mencapai Rp300,1 triliun.
"Total kontribusi investasi di bidang hilirisasi ini mencapai hampir 30 persen atau 29,7 persen, peningkatan 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026).
Sektor mineral mendominasi dengan capaian Rp206,5 triliun. Komoditas nikel memimpin sebesar Rp71,0 triliun, disusul bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, serta komoditas lain seperti timah dan emas Rp8,2 triliun.
Selanjutnya, sektor perkebunan dan kehutanan meraup Rp54,4 triliun yang bersumber dari kelapa sawit Rp29,5 triliun, kayu log Rp16,3 triliun, karet Rp5,0 triliun, serta komoditas lain Rp3,6 triliun. Sektor minyak dan gas bumi menyumbang Rp35,4 triliun yang terbagi atas minyak bumi Rp26,4 triliun dan gas bumi Rp9,0 triliun.
Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan membukukan Rp3,8 triliun melalui komoditas seperti garam, ikan tuna, cakalang, tongkol, udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia.
