Rahasia Angka Ganjil, Taktik Psikologis Pemicu Hasrat Belanja

- Charm pricing memanfaatkan psikologi konsumen dengan menampilkan harga berakhiran angka ganjil seperti .99 untuk menciptakan kesan harga lebih murah dan mendorong keputusan pembelian.
- Strategi ini banyak digunakan di sektor ritel dan e-commerce karena efek bias digit kiri membuat harga tampak lebih terjangkau dibandingkan angka bulat yang mendekatinya.
- Produk premium cenderung memakai even pricing atau harga bulat agar tetap menonjolkan citra eksklusif dan kualitas tinggi, bukan kesan keterjangkauan.
Jakarta, IDN Times - Pernah melihat harga barang yang berakhir dengan angka Rp9.999 atau Rp49.999? Penetapan harga seperti itu bukan sekadar kebetulan. Strategi tersebut dikenal sebagai charm pricing, yakni metode penetapan harga yang memanfaatkan psikologi konsumen dalam melihat angka.
Dilansir Prisync, charm pricing merupakan strategi harga yang membuat konsumen melihat harga dalam bentuk desimal, seperti .99 atau .95, untuk mempengaruhi persepsi mereka terhadap nilai suatu produk.
Strategi ini memanfaatkan bias kognitif manusia yang cenderung melihat harga 49,99 sebagai angka 49 sekian, bukan sebagai harga yang mendekati 50. Karena itu, pelaku usaha sering menggunakan angka ganjil di akhir harga untuk memberikan kesan produk lebih terjangkau.
1. Charm pricing bantu bentuk persepsi konsumen

Kekuatan strategi penetapan harga psikologis terletak pada pemahaman terhadap cara konsumen melihat sebuah harga. Penempatan harga tertentu dapat mempengaruhi persepsi pelanggan dan mendorong keputusan pembelian.
Bagi pelaku usaha, menetapkan harga yang menarik menjadi salah satu cara untuk bersaing. Charm pricing menjadi salah satu strategi yang relatif mudah diterapkan untuk menciptakan kesan harga lebih terjangkau.
Harga dengan angka ganjil juga dapat memberikan kesan bahwa harga tersebut ditetapkan berdasarkan perhitungan biaya. Hal itu membuat pelanggan merasa mendapatkan nilai yang sesuai dengan uang yang mereka keluarkan. Jika diterapkan bersama strategi harga kompetitif lainnya, charm pricing dapat membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan.
2. Banyak digunakan di ritel hingga e-commerce

Charm pricing banyak digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari e-commerce, ritel, barang konsumsi, hingga restoran. Strategi ini terutama cocok diterapkan pada produk yang memungkinkan konsumen melakukan pembelian secara spontan.
Salah satu alasan strategi ini bekerja adalah adanya fenomena left-digit bias atau bias digit kiri. Ketika sebuah produk diberi harga Rp29.999, perhatian konsumen cenderung tertuju pada angka paling kiri, yaitu 29, sehingga harga dapat terasa lebih murah dibandingkan harga bulat yang mendekati angka tersebut.
Penelitian dari American Marketing Association menunjukkan fenomena ini dapat membuat barang sehari-hari dan produk konsumsi terlihat lebih murah dibandingkan produk dengan harga yang menggunakan angka bulat.
Charm pricing juga dapat dikombinasikan dengan strategi lain. Peritel besar seperti Walmart dan Costco menggunakan pendekatan diskon atau bundling yang dipadukan dengan charm pricing untuk menarik konsumen yang mempertimbangkan harga.
Sementara itu, merek yang mengandalkan posisi berbasis nilai dapat menggabungkan strategi harga kompetitif dengan charm pricing saat menjual produk melalui platform e-commerce, seperti Amazon dan eBay.
3. Produk premium lebih cocok gunakan harga bulat

Meski banyak digunakan, charm pricing tidak selalu cocok untuk semua jenis produk. Penjual yang memiliki produk khusus atau ingin membangun citra premium dapat mempertimbangkan strategi even pricing, yakni menetapkan harga dengan angka bulat.
Penggunaan angka desimal pada produk premium dapat mempengaruhi persepsi nilai merek. Sebab, harga ganjil lebih sering dikaitkan dengan keterjangkauan.
Sebaliknya, produk mewah atau layanan premium cenderung menggunakan harga bulat karena konsumen pada segmen tersebut lebih mencari kesan kualitas dan keunggulan.




![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter di Upin-Ipin, Penonton Setia Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20240922/img-4256-7705a60071e5c91c966005914272f5fd.jpeg)



![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)






![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)



