Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

  • Rupiah ditutup melemah 9 poin atau 0,05 persen ke Rp18.156 per dolar AS pada Senin sore, setelah dibuka di Rp18.150 per dolar AS.

  • Kurs tengah JISDOR Bank Indonesia berada di Rp18.161 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan Rp18.138 pada penutupan perdagangan Jumat lalu.

  • Arus keluar dana asing menekan rupiah, meski inflasi Oktober yang melandai dan pelemahan indeks dolar membatasi tekanan; rupiah diproyeksikan bergerak di Rp18.100-Rp18.200 besok.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah tipis pada penutupan perdagangan sore ini, Senin (2/11/2026). Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 9 poin atau 0,05 persen ke Rp18.156 per dolar AS sore ini.

Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 3 poin atau 0,02 persen ke Rp18.150 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.161 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (30/10/2026) yang di angka Rp18.138 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.

2. Investor masih hati-hati

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pergerakan kurs rupiah dipengaruhi sentimen pelaku pasar terhadap arus dana asing yang masih keluar dari pasar modal Tanah Air. Namun, pelemahan rupiah masih bisa ditahan karena data inflasi pada Oktober 2026 melandai di angka 0,22 persen secara month-to-month (mtm).

“Data ekonomi inflasi dan perdagangan Indonesia yang diilis siang tadi relatif lebih baik dari harapan mendukung rupiah, namun net sell asing di psaar ekuitas masih membebani rupiah,” ucap Lukman saat dihubungi IDN Times.

Di sisi lain, dia melihat adanya pelemahan indeks dolar AS yang terpengaruh oleh harga minyak mentah dunia.

“Indeks dolar AS sendiri dan harga minyak dunia terpantau turun oleh harapan perundingan damai Timur Tengah,” tutur Lukman.

3. Rupiah diprediksi melemah lagi besok

Pada perdagangan besok, Selasa (3/11), kurs rupiah diproyeksikan masih melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS.

“Untuk besok diperkirakan masih dalam tekanan, walau harga minyak mentah dunia yg mereda membatasi perlemahan. Investor umumnya sidelined di tengah minggu yang padat ini. RangeRp18.100-18.200,” kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article