Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pergerakan kurs rupiah dipengaruhi sentimen pelaku pasar terhadap arus dana asing yang masih keluar dari pasar modal Tanah Air. Namun, pelemahan rupiah masih bisa ditahan karena data inflasi pada Oktober 2026 melandai di angka 0,22 persen secara month-to-month (mtm).
“Data ekonomi inflasi dan perdagangan Indonesia yang diilis siang tadi relatif lebih baik dari harapan mendukung rupiah, namun net sell asing di psaar ekuitas masih membebani rupiah,” ucap Lukman saat dihubungi IDN Times.
Di sisi lain, dia melihat adanya pelemahan indeks dolar AS yang terpengaruh oleh harga minyak mentah dunia.
“Indeks dolar AS sendiri dan harga minyak dunia terpantau turun oleh harapan perundingan damai Timur Tengah,” tutur Lukman.