Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Investor Proyek Gas Raksasa Masela Waswas Biaya Pembangunan Membengkak
Sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (24/2/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • INPEX Masela mengkhawatirkan potensi pembengkakan biaya proyek Blok Masela yang bisa menembus 20 miliar dolar AS akibat tekanan inflasi dan kondisi ekonomi global.
  • Estimasi investasi masih mengacu pada studi tahun 2018, sementara perhitungan biaya konstruksi belum final karena komunikasi antar pihak terkait masih berlangsung.
  • Menkeu Purbaya menyoroti lamanya realisasi proyek Lapangan Abadi Masela dan berjanji mencari solusi cepat agar investasi besar ini segera terealisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Project Director INPEX Masela, Jarrad Blinco, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi pembengkakan nilai investasi pada proyek gas raksasa Blok Masela.

Dia mengatakan, belanja modal atau capital expenditure (capex) proyek ini diprediksi akan menembus angka 20 miliar dolar AS. Tekanan inflasi dan kondisi ekonomi global menjadi faktor utama yang memicu kenaikan biaya tersebut.

"Ini menjadi kekhawatiran utama kami saat ini, karena total investasi bisa melampaui 20 miliar dolar, yang tentu akan berdampak pada keekonomian dan kelayakan proyek," kata dia di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Rabu (25/2/2026).

1. Nilai investasi masih mengacu pada data 2018

ilustrasi mata uang dolar Amerika Serikat (pexels.com/Pixabay)

Blinco memaparkan estimasi biaya 20 miliar dolar AS tersebut sebenarnya masih merujuk pada hasil studi yang dilakukan 2018. Dia mengakui perusahaan belum bisa memberikan angka pasti karena proses penghitungan biaya konstruksi saat ini masih sangat dinamis.

"Kami memiliki perkiraan kasar, yaitu sekitar 20 miliar dolar seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Namun angka itu berdasarkan studi yang dilakukan pada 2018," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, President Director Indonesia INPEX Masela Kenji Hasegawa menyatakan pihaknya belum bisa merilis angka final ke publik. Sebab, komunikasi intensif masih terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait untuk menentukan nilai investasi yang paling akurat.

"Agak sulit menyebutkan angkanya secara sederhana, karena masih ada berbagai komunikasi yang berlangsung dan belum final," kata Kenji.

2. Proyek dinilai sangat marginal di pasar global

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Menanggapi pertanyaan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai daya saing proyek, Blinco secara terbuka menyebut posisi Blok Masela saat ini masuk dalam kategori marginal, bahkan di level internasional.

"Proyek ini berada di posisi marginal. Sangat marginal. Secara internasional pun tergolong marginal. Inilah kekhawatiran dan risiko terbesar kami dalam proyek ini," kata Blinco.

Meski enggan memberikan jawaban tegas mengenai kelayakan proyek karena belum mengantongi angka final, Blinco tetap optimistis proyek tersebut masih berada dalam jalur yang menguntungkan.

3. Purbaya beri perlakuan khusus buat investor

Sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (24/2/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya menyoroti proyek investasi Lapangan Abadi Masela yang tak kunjung rampung selama puluhan tahun. Dia mengaku sudah mendengar rencana proyek tersebut sejak tujuh tahun lalu, namun hingga kini realisasinya belum terlihat.

"Ini udah puluhan tahun kelihatannya nih, saya udah denger aja dari 7 tahun yang lalu sampai sekarang belum jadi-jadi. Jadi kita pengin tahu apa masalahnya dan akan kita coba pecahkan secepatnya," kata dia dalam sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Editorial Team