Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Investor Tunggu Hasil FOMC, Rupiah Loyo Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah 19 poin ke level Rp17.744 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu pagi, menunjukkan pelemahan sekitar 0,11 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Investor global bersikap wait and see menunggu kepastian kesepakatan damai AS-Iran serta hasil rapat FOMC yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed.
  • Pengamat memperkirakan rupiah akan bergerak terbatas sepanjang hari di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS dengan potensi fluktuasi kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali lesu dalam mengawali perdagangan Rabu (17/6/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 19 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp17.744 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Pergerakan kurs diprediksi bergerak terbatas

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan berkonsolidasi sepanjang hari ini. Konsolidasi merupakan istilah pasar keuangan yang menggambarkan kondisi pergerakan harga yang cenderung stabil atau tertahan di area tertentu.

Atas dasar situasi tersebut, pergerakan rupiah diproyeksikan akan mengalami pelemahan atau penguatan yang sifatnya berjalan secara terbatas saja.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, dengan potensi melemah atau menguat terbatas," kata Lukman.

2. Pasar wait and see perjanjian AS-Iran dan rapat bank sentral

Kondisi pergerakan mata uang yang terbatas terjadi karena para investor di pasar keuangan global menunjukkan kecenderungan untuk mengambil sikap wait and see atau memantau situasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan investasi besar.

Pelaku pasar kini sedang menanti kepastian terkait pengumuman resmi mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran. Para investor juga sedang bersiap mengantisipasi hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada malam nanti.

Pertemuan FOMC sendiri merupakan rapat berkala yang digelar oleh jajaran dewan gubernur Bank Sentral AS (The Fed) guna merumuskan kebijakan moneter, termasuk menentukan arah naik-turunnya suku bunga acuan.

"Investor cenderung wait and see kepastian kesepakatan AS-Iran secara resmi serta antisipasi pertemuan FOMC malam ini," ujar Lukman.

3. Proyeksi kurs rupiah sepanjang hari ini

Lukman Leong memproyeksikan sepanjang sesi perdagangan hari Rabu ini, rentang pergerakan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak dan ditutup di dalam batasan level Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Editorial Team

Related Article