Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.762 per dolar AS, turun 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Sejumlah mata uang Asia seperti baht Thailand, won Korea, dan dolar Taiwan juga mengalami pelemahan pada perdagangan sore ini.
  • Investor bersikap wait and see menunggu kepastian kesepakatan damai AS-Iran serta hasil pertemuan FOMC yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada akhir perdagangan Rabu (17/6/2026) sore.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.762 per dolar AS. Posisi ini melemah 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan kemarin.

  1. 1. Sejumlah mata uang juga melemah

    Selain rupiah, ada sejumlah mata uang yang alami pelemahan hingga sore ini, rinciannya:

    Bath Thailand melemah 0,05 poin

    Won Korea melemah 6,82 poin

    Dolar Taiwan melemah 0,01 poin

  2. 2. Pelaku pasar ambil sikap wait and see

    Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan kondisi pergerakan mata uang yang terbatas terjadi karena para investor di pasar keuangan global menunjukkan kecenderungan untuk mengambil sikap wait and see atau memantau situasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan investasi besar.

    Pelaku pasar kini sedang menanti kepastian terkait pengumuman resmi mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran.

  3. 3. Investor bersiap antisipasi hasil pertemuan FOMC

    Selain itu, investor juga sedang bersiap mengantisipasi hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada malam nanti.

    Pertemuan FOMC sendiri merupakan rapat berkala yang digelar oleh jajaran dewan gubernur Bank Sentral AS (The Fed) guna merumuskan kebijakan moneter, termasuk menentukan arah naik-turunnya suku bunga acuan.

    "Investor cenderung wait and see kepastian kesepakatan AS-Iran secara resmi serta antisipasi pertemuan FOMC malam ini," ujar Lukman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More