Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IOTF Raih Kinerja Solid, EBITDA Naik 2 Kali Lipat pada 2025

ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)

Jakarta, IDN Times - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) optimistis mencetak kinerja keuangan solid di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi. Pada 2025, IOTF membukukan pertumbuhan pendapatan serta menggandakan Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA).

CEO Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah menjelaskan, pada 2025 pihaknya mencatatkan ekspansi EBITDA lebih dari 100 persen dan membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar lima persen secara tahunan.

Alamsyah menegaskan, lonjakan EBITDA yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan menunjukkan IOTF tidak semata mengejar kenaikan volume dan ekspansi top line, melainkan secara konsisten mengeksekusi strategi peningkatan margin, efisiensi biaya, dan kualitas laba.

"Pendapatan kami pada 2025 meningkat kurang lebih 5 persen dibandingkan 2024, sedangkan EBITDA kami tumbuh lebih dari dua kali lipat. Ini adalah indikator yang jelas mengenai kualitas pertumbuhan, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas laba dan efektivitas eksekusi strategi manajemen," kata Alamsyah, dalam pernyataan resminya, Selasa (3/2/2026).

1. Penyebab peningkatan kinerja IOTF

ilustrasi Artificial Intelligence
ilustrasi Artificial Intelligence (unsplash.com/Steve Johnson)

Solidnya kinerja IOTF disebabkan beberapa hal seperti peningkatan efisiensi operasional, produktivitas tenaga kerja, dan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Artificial Intelligence (AI).

"Penerapan AI dalam sistem ERP memungkinkan integrasi data operasional dan keuangan secara real-time, mempercepat siklus pengambilan keputusan, serta meningkatkan akurasi perencanaan dan pengendalian biaya," kata Alamsyah.

Selain itu, transformasi digital internal melalui ERP berbasis AI telah meningkatkan visibilitas kinerja operasional secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan manajerial, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya.

Transformasi digital IOTF juga telah menghasilkan leverage operasional yang lebih sehat, tercermin dari peningkatan produktivitas per karyawan dan penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan.

Menurut Alamsyah, model dan strategi tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi IOTF dalam menghadapi volatilitas ekonomi, sekaligus membuka ruang untuk ekspansi margin berkelanjutan.

"Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar," ujar Alamsyah.

2. Implementasi AI strategi IOTF prioritaskan profitabilitas

Logo PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) atau Fox Logger.
Logo PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) atau Fox Logger.

Adapun implementasi ERP berbasis AI menjadi bagian dari strategi IOTF dalam memprioritaskan profitabilitas dan disiplin biaya, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan dan ketidakpastian.

"Kami menunggangi AI di era modern dengan pendekatan bisnis yang berfokus pada penciptaan nilai dan optimalisasi keuntungan melalui efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional yang ketat,” tutur Alamsyah.

Penerapan AI sejalan dengan bisnis IOTF yang beroperasi pada segmen Internet of Things (IoT) dan solusi telematika dengan portofolio produk meliputi perangkat GPS tracker, dash camera, serta platform Software as a Service (SaaS) di bawah merek Fox Logger.

Solusi dari IOTF digunakan oleh perusahaan logistik dan rental untuk melakukan pemantauan kendaraan secara menyeluruh, termasuk posisi real-time, lokasi parkir, jarak tempuh, histori rute, konsumsi bahan bakar, analisis perilaku pengemudi, serta pemantauan video.

3. Proyeksi kinerja IOTF pada 2026

ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, IOTF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30 persen pada 2026.

Manajemen IOTF memandang struktur operasional yang lebih ramping, kapabilitas teknologi berbasis AI, serta disiplin alokasi sumber daya akan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan yang lebih berkualitas.

"Dengan pendekatan yang berfokus pada profitabilitas dan fundamental, IOTF berada pada posisi yang lebih resilien untuk menangkap peluang jangka menengah hingga panjang di tengah percepatan digitalisasi sektor logistik dan transportasi nasional," kata Alamsyah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

BNI Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp20 Triliun sepanjang 2025

03 Feb 2026, 14:33 WIBBusiness