Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah dibuka menguat 88 poin atau 0,48 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Jumat (4/11/2026), rupiah sempat terperosok 0,04 persen ke Rp18.168 per dolar AS.
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.080 per Dolar AS, Bertahankan Seharian?

- Rupiah dibuka menguat 88 poin atau 0,48 persen ke Rp18.080 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 5 November 2026.
- Mayoritas mata uang Asia turut menguat, termasuk baht Thailand dan peso Filipina masing-masing 0,50 persen, serta ringgit Malaysia 0,30 persen.
- Analis memproyeksikan rupiah menguat didukung turunnya harga minyak dan sentimen politik AS, sementara pasar menanti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026.
1. Pergerakan mata uang di kawasan Asia
Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, berikut rinciannya:
- Ringgit Malaysia menguat 0,30 persen
- Bath Thailand menguat 0,50 persen
- Yuan China menguat 0,06 persen
- Rupee India menguat 0,10 persen
- Pesso Filipina menguat 0,50 persen
- Dolar Singapura menguat 0,11 persen
- Yen Jepang menguat 0,28 persen
2. Rupiah berpotensi menguat seharian
Analis mata uang, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Penguatan rupiah ditopang oleh penurunan tajam harga minyak dunia seiring munculnya harapan berakhirnya perang AS-Iran.
"Sentimen positif tersebut turut dipengaruhi dinamika politik di AS setelah Partai Demokrat memenangkan mayoritas kursi di Kongres dan Senat AS," ujar Lukman.
3. Pelaku pasar cermati rilis data pertumbuhan ekonomi
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 yang dijadwalkan berlangsung siang ini.
"Dengan berbagai sentimen yang ada, pergerakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.050-Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini," tegasnya.















![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)






