Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Jenis Usaha yang Cocok Menggunakan Sistem Bagi Hasil Tanpa Ribet

Ilustrasi host live (freepik.com/Wiroj Sidhisoradej)
Ilustrasi host live (freepik.com/Wiroj Sidhisoradej)
Intinya sih...
  • Usaha titip jual sangat cocok menggunakan sistem bagi hasil, dengan pembagian keuntungan per barang terjual untuk transparansi dan konsistensi.
  • Usaha pertanian atau perternakan tradisional cocok karena proses produksi membutuhkan waktu dan tenaga, dengan aturan yang dibuat sejak awal.
  • Usaha kuliner rumahan cocok karena alur keuangannya jelas, mitra bisa berbagi peran, dan pencatatan usaha mudah dipantau.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sistem bagi hasil sering terdengar ideal, tapi dalam praktiknya bisa memicu masalah jika jenis usahanya kurang tepat. Banyak konflik muncul bukan karena orangnya, melainkan karena model bisnisnya memang sulit diawasi atau keuangannya tidak transparan.

Karena itu, penting memilih jenis usaha yang alurnya sederhana, hasilnya terukur, dan perannya jelas sejak awal. Berikut beberapa jenis usaha yang relatif aman dan minim ribet jika dijalankan dengan sistem bagi hasil. Scroll dibawah ini!

1. Jasa titip jual

Minuman (pexels.com/Valeria Boltneva)
Minuman (pexels.com/Valeria Boltneva)

Usaha titip jual, baik di toko offline maupun online, sangat cocok menggunakan sistem bagi hasil. Pemilik produk tidak perlu membuka toko sendiri, sementara pemilik lapak mendapat keuntungan tanpa harus memproduksi barang.

Pembagian hasil biasanya dihitung per barang terjual, sehingga lebih transparan dan minim debat. Selama data penjualan dicatat rapi, kerja sama konsinyasi bisa berjalan santai tapi konsisten.

2. Usaha pertanian atau perternakan

Berkebun (freepik.com/pressfoto)
Berkebun (freepik.com/pressfoto)

Usaha pertanian dan peternakan tradisional sudah lama mengenal sistem bagi hasil, misalnya antara pemilik lahan dan pengelola. Model ini cocok karena proses produksi membutuhkan waktu dan tenaga, sementara hasil panen atau ternak dibagi sesuai kesepakatan.

Selama aturan dibuat sejak awal dan dipahami kedua belah pihak, sistem ini relatif minim ribet. Justru bagi hasil membantu usaha tetap berjalan meski modal dan sumber daya tidak dimiliki oleh satu orang saja.

3. Usaha kuliner rumahan

Jual Makanan (freepik.com/freepik)
Jual Makanan (freepik.com/freepik)

Usaha kuliner rumahan sangat cocok menggunakan sistem bagi hasil karena alur keuangannya relatif jelas dan perputaran uangnya cepat. Mitra bisa berbagi peran, misalnya satu pihak menyediakan resep dan tenaga produksi, sementara pihak lain membantu modal atau pemasaran. Keuntungan bisa dibagi berdasarkan persentase penjualan harian atau mingguan.

Selain itu, usaha kuliner biasanya mudah dipantau karena bahan baku, jumlah produksi, dan hasil penjualan bisa dicatat secara sederhana. Selama pencatatan dilakukan dengan jujur dan terbuka, sistem bagi hasil justru membuat usaha terasa lebih ringan dan saling menguntungkan.

4. Usaha event kecil

Ilustrasi dekorasi ulang tahun
Ilustrasi dekorasi ulang tahun (pexels.com/Amos Getanda)

Jasa dekorasi acara kecil seperti ulang tahun atau lamaran juga cocok untuk sistem bagi hasil. Satu pihak bisa menyumbang alat dan bahan, sementara pihak lain menangani konsep, pemasaran, dan klien.

Karena proyek bersifat per acara, pembagian keuntungan bisa dilakukan setelah pekerjaan selesai. Pola ini mengurangi risiko tarik ulur dan membuat kerja sama terasa lebih praktis.

5. Bisnis berbasis konten

Ilustrasi host live (freepik.com/Wiroj Sidhisoradej)
Ilustrasi host live (freepik.com/Wiroj Sidhisoradej)

Bisnis berbasis konten seperti akun edukasi, hiburan, atau promosi produk bisa dijalankan dengan sistem bagi hasil yang fleksibel. Satu pihak fokus pada produksi konten, sementara pihak lain mengelola strategi monetisasi atau kerja sama brand.

Pendapatan dari endorsement, afiliasi, atau iklan bisa dibagi sesuai peran masing-masing. Selama akses data dan laporan dibuka secara jujur, sistem ini justru memperkuat kolaborasi jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

10 Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat pada 2025

06 Jan 2026, 01:09 WIBBusiness