- Bath Thailand melemah 0,19 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,02 persen
- Rupee India melemah 0,50 persen
- Pesso Filipina melemah 0,24 persen
- Won Korea melemah 2,86 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,11 persen
Rupiah Ditutup Terkoreksi ke Rp16.872, Tertekan Konflik Timur Tengah

- Rupiah ditutup melemah di level Rp16.872 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa, turun 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan hari sebelumnya.
- Pelemahan rupiah terjadi seiring mayoritas mata uang Asia yang juga terkoreksi, dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
- Pengamat memperkirakan Bank Indonesia akan segera melakukan intervensi guna menstabilkan nilai tukar dan mencegah pelemahan rupiah yang lebih dalam.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir perdagangan Selasa (3/3/2026) berakhir melemah. Mata uang Garuda ditutup pada level Rp16.872 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 4 poin yang setara 0,02 persen dibandingkan penutupan kemarin. Pada perdagangan Senin (2/3), rupiah ditutup pada level Rp16.868 per dolar AS.
1. Rincian mata uang di Asia yang melemah
Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:
2. Rupiah melemah karena gejolak di Timur Tengah
Pengamat pasar uang, Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah yang terjadi hari ini dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Timur Tengah saat ini.
"Rupiah masih tertekan terhadap dolar AS di tengah sentimen yang masih risk off pada umumnya oleh eskalasi di Timur Tengah," kata Lukman.
3. BI akan segera turun tangan lakukan intervensi
Meskipun tekanan dari sisi eksternal cukup kuat, Lukman menilai pelemahan rupiah tidak akan dibiarkan bergerak terlalu liar. Dia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan segera turun tangan melakukan intervensi.
Intervensi tersebut merupakan langkah bank sentral untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valuta asing di pasar, sehingga fluktuasi harga dolar tidak sampai menekan mata uang Garuda terlalu dalam.
"BI diperkirakan akan mengintervensi dan membatasi pelemahan," kata Lukman

















