Era Berganti di Perusahaan Raksasa AS: Dari Buffett hingga CEO Walmart

- Warren Buffett resmi lepas jabatan CEO Berkshire Hathaway pada 1 Januari 2026.
- Tahun 2026 ditandai gelombang besar pergantian CEO di sektor ritel dan konsumer AS.
- Tekanan pasar, teknologi, dan investor mendorong perusahaan mencari kepemimpinan baru.
Jakarta, IDN Times – Warren Buffett resmi mengakhiri kiprahnya sebagai CEO Berkshire Hathaway pada 1 Januari 2026. Investor legendaris yang dikenal sebagai Oracle of Omaha itu menyerahkan kendali perusahaan konglomerasi yang ia bangun selama puluhan tahun, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling bersejarah di dunia bisnis global.
Namun, Buffett bukan satu-satunya eksekutif papan atas yang melepas jabatan pada awal 2026. Tahun ini ditandai gelombang besar perombakan kepemimpinan (C-suite shake-up) di berbagai sektor, terutama ritel dan konsumer di Amerika Serikat (AS), seiring perubahan lanskap bisnis, tekanan biaya, hingga pergeseran perilaku konsumen.
Table of Content
1. Warren Buffett resmi lepas jabatan CEO Berkshire Hathaway

Warren Buffett menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Berkshire Hathaway pada 1 Januari 2026. Selama beberapa dekade, Buffett membangun Berkshire menjadi salah satu perusahaan publik paling bernilai di dunia, dengan portofolio bisnis yang mencakup asuransi, energi, transportasi, hingga saham-saham unggulan di pasar modal.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi simbol perubahan generasi di Wall Street, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Meski demikian, peralihan tersebut juga menjadi bagian dari tren yang lebih luas, di mana banyak perusahaan besar menilai ulang kebutuhan kepemimpinan mereka di masa depan.
2. Tekanan baru, kebutuhan CEO juga berubah

Perubahan kepemimpinan di berbagai perusahaan tidak terjadi tanpa alasan. Menurut analis TD Cowen Oliver Chen, tantangan bisnis ke depan menuntut keahlian yang berbeda dibandingkan masa lalu.
“Keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan tidak sama dengan yang dibutuhkan di masa lalu,” ujar Chen, dilansir Yahoo Finance.
Ia menambahkan, khusus di sektor ritel, perusahaan kini membutuhkan pemimpin dengan pemahaman rantai pasok yang kuat, terutama di tengah kebijakan tarif Presiden Donald Trump, serta sensitivitas terhadap teknologi di saat Amazon dan TikTok terus mengubah kebiasaan belanja konsumen.
“Ritel lebih sulit dari sebelumnya; ini adalah sektor yang sangat kompetitif,” ujarnya.
3. Walmart dan Target: Tongkat estafet di ritel raksasa

Di Walmart, CEO Doug McMillon akan resmi pensiun pada 31 Januari 2026. McMillon telah memimpin raksasa ritel tersebut sejak Februari 2014 dan mencatatkan lebih dari empat tahun berturut-turut pertumbuhan penjualan toko yang sebanding (same-store sales).
Selama masa jabatannya, kapitalisasi pasar Walmart melonjak dari sekitar 250 miliar dolar AS menjadi lebih dari 800 miliar dolar AS. Posisi CEO perusahaan tersebut akan diambil alih oleh John Furner, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Walmart AS.
Sementara itu, Target juga mengalami pergantian kepemimpinan. CEO Brian Cornell akan resmi pensiun pada 1 Februari 2026 setelah 11 tahun memimpin perusahaan. Selama masa jabatannya, Target menghadapi tekanan penjualan yang membuat perusahaan melakukan perombakan besar di jajaran eksekutif.
COO Michael Fiddelke, yang telah bergabung dengan Target sejak 2003, akan menjabat sebagai CEO. Sebelum resmi menjabat, Fiddelke telah memaparkan tiga prioritas utama perusahaan dalam sebuah memo internal: memperkuat kepemimpinan ritel di bidang gaya dan desain, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta memperkuat teknologi. Target juga mengumumkan penghapusan sekitar 8 persen posisi korporat di AS, yang oleh analis dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pemulihan bisnis.
3. Lululemon hingga Coca-Cola: Tekanan investor menguat

Lululemon juga memasuki era kepemimpinan baru pada 2026. CEO Calvin McDonald akan meninggalkan perusahaan pada 31 Januari 2026 setelah menjabat sejak 2018 dan memperluas merek yoga tersebut ke berbagai kategori baru, termasuk sepatu lari dan kolaborasi dengan NFL.
Sambil menunggu CEO definitif, CFO Meghan Frank dan Chief Commercial Officer André Maestrini ditunjuk sebagai co-CEO interim. Perusahaan ini menghadapi tekanan signifikan dari investor, termasuk Elliott Investment Management yang mengakuisisi saham senilai 1 miliar dolar AS. Dalam lima tahun terakhir, saham Lululemon tercatat turun hampir 40 persen.
Gelombang perubahan juga meluas ke perusahaan konsumer lain. Coca-Cola mengumumkan, CEO James Quincey mundur setelah hampir sembilan tahun menjabat dan akan digantikan oleh COO Henrique Braun pada 31 Maret 2026. Selama kepemimpinan Quincey, saham Coca-Cola mengungguli PepsiCo sekitar 40 persen.
Di Procter & Gamble, Shailesh Jejurikar resmi menjadi CEO pada 1 Januari 2026, menggantikan Jon Moeller. Sementara di PepsiCo, meski Ramon Laguarta tetap menjabat CEO, perusahaan melakukan perombakan besar di tingkat regional setelah mencapai kesepakatan dengan Elliott Management.
4. Teknologi juga berubah

Sektor teknologi tidak luput dari dinamika serupa. Intel mengalami perubahan besar ketika Lip-Bu Tan mengambil alih posisi CEO setelah Pat Gelsinger diberhentikan pada akhir 2024. Di Apple, meski Tim Cook tetap menjabat, sejumlah eksekutif senior berganti sepanjang paruh kedua tahun lalu.
Serangkaian pergantian CEO pada 2026 menegaskan, perubahan kepemimpinan kini menjadi respons strategis terhadap tekanan pasar, teknologi, dan ekspektasi investor. Dari Warren Buffett hingga raksasa ritel dan teknologi, perusahaan-perusahaan besar memasuki fase baru dengan kepemimpinan yang diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan.
FAQ seputar CEO baru di perusahaan AS pada 2026
| Kapan Warren Buffett resmi mundur sebagai CEO Berkshire Hathaway? | Warren Buffett resmi melepas jabatan CEO pada 1 Januari 2026. |
| Perusahaan ritel apa saja yang berganti CEO di 2026? | Walmart, Target, dan Lululemon termasuk perusahaan ritel besar yang mengalami pergantian CEO. |
| Apa penyebab utama gelombang pergantian CEO ini? | Perubahan kebutuhan bisnis, tekanan biaya, teknologi, dan tuntutan investor menjadi faktor utama. |


















