Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jepang Komit Investasi Rp380 Triliun, Otomotif Jadi Prioritas

Jepang Komit Investasi Rp380 Triliun, Otomotif Jadi Prioritas
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah Jepang berkomitmen investasi sekitar Rp380 triliun di Indonesia, diumumkan saat kunjungan Presiden Prabowo ke Tokyo dan difokuskan pada sektor otomotif.
  • Sektor otomotif tetap jadi prioritas utama dengan dukungan rantai pasok lokal serta keterlibatan perusahaan besar seperti Toyota, Honda, dan Suzuki sejak 1970-an.
  • Selain otomotif, investasi Jepang juga menyasar properti, manufaktur makanan, karet, dan plastik; survei JBIC menempatkan Indonesia di peringkat ketiga tujuan investasi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang melalui perusahaan-perusahaan swastanya berkomitmen menanamkan investasi sebesar 23 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp380 triliun ke Indonesia. Sektor otomotif menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana investasi tersebut.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, mengungkap komitmen ini diumumkan saat kunjungan Presiden Prabowo ke Tokyo dalam sebuah seminar bisnis yang dihadiri oleh perusahaan swasta Jepang dan Indonesia pada akhir Maret lalu.

"Jumlah totalnya sekitar 23 miliar dolar AS. Itu adalah komitmen dana proyek yang sangat besar dari perusahaan-perusahaan Jepang untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Myochin di kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

1. Sektor otomotif jadi prioritas utama investasi Jepang

Jepang Komit Investasi Rp380 Triliun, Otomotif Jadi Prioritas
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Myochin mengatakan, sektor otomotif masih menjadi salah satu sektor terbesar dalam peta investasi Jepang di Indonesia. Hal ini didukung oleh rantai pasok lokal yang sudah terbangun karena adanya transfer teknologi yang diberikan kepada perusahaan lokal.

"Kami telah lama berdialog dengan otoritas Indonesia dan kami telah memberikan transfer teknologi ke sektor manufaktur Indonesia agar mereka dapat mengembangkan dan menyediakan lebih banyak pengembangan sumber daya manusia," kata Myochin.

Dia mengatakan, perusahaan otomotif Jepang seperti Toyota, Honda, dan Suzuki telah lama berkontribusi pada perkembangan ekonomi Indonesia. Kehadiran mereka sudah berlangsung sejak beberapa dekade lalu, tepatnya mulai memproduksi mobil di Indonesia pada tahun 1970-an.

2. Investasi tidak hanya di otomotif, tapi juga properti dan manufaktur

Jepang Komit Investasi Rp380 Triliun, Otomotif Jadi Prioritas
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Selain otomotif, Myochin menyebut sektor properti atau real estate turut menjadi perhatian perusahaan Jepang. Selain itu, sektor manufaktur makanan serta industri produk karet dan plastik juga masuk dalam jajaran prioritas utama.

"Produk karet dan plastik, real estate, manufaktur makanan, dan contoh-contoh lain di mana perusahaan Jepang berinvestasi," ujar Myochin.

Dia mengatakan, beragamnya sektor ini menunjukkan diversifikasi investasi Jepang yang tidak lagi terpusat pada otomotif saja.

3. Survei JBIC tunjukkan Indonesia peringkat ke-3 tujuan investasi

Jepang Komit Investasi Rp380 Triliun, Otomotif Jadi Prioritas
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru saat berada di konferensi pers di Kantor Kedutaan Besar Jepang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (IDN Times/Anggia Leksa)

Sebelumnya, Myochin mengacu pada survei Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang dirilis Desember tahun lalu sebagai bukti tingginya minat investor Jepang. Diketahui, survei tersebut menjaring pendapat perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang.

Kemudian, hasil survei menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga sebagai negara tujuan investasi jangka panjang dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Menurut Myochin, peringkat ini menunjukkan dari perspektif jangka panjang, banyak perusahaan Jepang menilai Indonesia sangat menjanjikan.

"Survei JBIC yang dipublikasikan Desember tahun lalu menunjukkan bahwa di antara perusahaan manufaktur Jepang, Indonesia berada di peringkat ketiga negara paling menjanjikan untuk investasi jangka panjang, dalam rentang waktu satu dekade," ucap Myochin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More