Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jumlah PHK di Singapura Tembus 4.800, Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir
ilustrasi bendera Singapura (pexels.com/Calvin Seng)
  • PHK di Singapura mencapai 4.800 kasus pada kuartal III 2026, naik 3,9 persen secara kuartalan dan tertinggi sejak akhir 2020, terutama dipicu restrukturisasi bisnis.
  • Meski PHK meningkat, jumlah pekerja bertambah 27.700 orang pada kuartal III 2026; pengangguran tetap 2 persen, dengan pertumbuhan didorong sektor jasa, konstruksi, dan manufaktur.
  • Survei MOM mencatat perusahaan yang berencana merekrut dan menaikkan upah bertambah, tetapi rencana PHK juga naik menjadi 3,1 persen di tengah kehati-hatian ekonomi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura meningkat menjadi 4.800 kasus pada kuartal III 2026, naik 3,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat 4.620 kasus. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak akhir 2020, menurut data sementara Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) pada Jumat (30/10/2026).

Kendati PHK meningkat, jumlah tenaga kerja di Singapura juga bertambah lebih cepat dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran secara keseluruhan tidak berubah.

1. Restrukturisasi bisnis menjadi penyebab utama PHK

ilustrasi pemutusan hubungan kerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Dilansir The Straits Times, restrukturisasi bisnis masih menjadi faktor utama perusahaan melakukan PHK. Jumlah pekerja yang terkena PHK juga masih relatif tinggi di sejumlah sektor yang berorientasi ke pasar luar negeri, terutama teknologi informasi dan komunikasi, jasa keuangan, serta manufaktur.

Di sisi lain, tingkat PHK tercatat stabil pada angka 2 orang per 1.000 pekerja. 

2. Penyerapan tenaga kerja Singapura meningkat

ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Di tengah kenaikan PHK, pasar tenaga kerja Singapura masih mencatat penyerapan positif dengan penambahan 27.700 pekerja pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat penambahan 11.400 pekerja dan periode yang sama tahun lalu sebanyak 25.100 pekerja.

Penyerapan tenaga kerja dari kalangan penduduk terutama terjadi di sektor jasa esensial dan layanan publik. Sementara itu, penyerapan pekerja nonpenduduk terkonsentrasi di sektor konstruksi dan manufaktur. Kelompok nonpenduduk juga menyumbang sebagian besar pertumbuhan jumlah tenaga kerja pada periode tersebut. Tingkat pengangguran keseluruhan bertahan di angka 2 persen pada September 2026.

3. Proporsi perusahaan yang memperkirakan PHK juga meningkat

ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

Hasil survei MOM menunjukkan, proporsi perusahaan yang berencana merekrut pekerja dalam tiga bulan berikutnya meningkat dari 30,5 persen pada Agustus menjadi 42,3 persen pada September 2026. Persentase perusahaan yang berencana menaikkan upah juga bertambah dari 16,9 persen menjadi 19,9 persen. Akan tetapi, persentase tersebut masih lebih rendah dibandingkan angka pada Juli. MOM menilai perusahaan masih berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, proporsi perusahaan yang memperkirakan akan melakukan PHK naik dari 2,8 persen pada Agustus menjadi 3,1 persen pada September. MOM menilai peningkatan tersebut, bersamaan dengan bertambahnya jumlah PHK aktual, mengindikasikan munculnya pelemahan di sejumlah bagian pasar tenaga kerja yang perlu dipantau secara ketat.

MOM dijadwalkan merilis data pasar tenaga kerja kuartal III 2026 secara lebih lengkap pada pertengahan Desember 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article