Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kanada Balas Trump, 700 Produk AS Kena Tarif hingga 50 Persen
bendera Kanada (pexels.com/Social Soup Social Media)
  • Kanada mengenakan tarif balasan 15-50 persen atas lebih dari 700 produk AS senilai 19,9 miliar dolar AS, berlaku 8 September 2026, setelah negosiasi perdagangan buntu.
  • Paket Ottawa mencakup bantuan 5,42 miliar dolar AS bagi usaha kecil-menengah dan dana perlindungan pekerja, merespons tarif 50 persen Washington terhadap produk Kanada.
  • Tarif mencakup baja, aluminium, pangan, furnitur, hingga mesin industri; konflik ini berisiko menaikkan biaya dan mengancam keberlanjutan perjanjian USMCA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN TimesKanada memberlakukan tarif balasan senilai 19,9 miliar dolar AS (setara Rp357,6 triliun) terhadap lebih dari 700 produk Amerika Serikat (AS), setelah pembicaraan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu. Pemerintah Kanada mengumumkan kebijakan itu pada Selasa (25/8/2026), dengan besaran bea masuk 15-50 persen yang dijadwalkan berlaku mulai 8 September 2026.

Dilansir Al Jazeera, paket tarif tersebut disertai program bantuan baru senilai 5,42 miliar dolar AS (setara Rp97,4 triliun) bagi usaha kecil dan menengah. Sementara itu, Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne menyebut kebijakan tersebut sebagai respons strategis dan proporsional, dengan dana tambahan disiapkan untuk mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja akibat dampaknya terhadap pekerja, bisnis, dan komunitas di Kanada.

1. Washington menaikkan tarif produk Kanada

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kebijakan Ottawa merupakan respons terhadap keputusan Washington yang menetapkan tarif 50 persen atas produk Kanada senilai 20 miliar dolar AS (setara Rp359,4 triliun) pada Sabtu (22/8/2026), beberapa hari setelah draf kesepakatan dipresentasikan. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bea masuk komoditas mobil Kanada akan naik menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2026, sedangkan Statistics Canada mencatat Kanada memiliki surplus perdagangan 7,1 miliar dolar AS (setara Rp127,6 triliun) dengan AS.

Trump menyampaikan tuduhan bahwa Kanada merugikan petani Amerika dengan nilai kerugian mencapai 60 miliar dolar AS (setara Rp1.078,2 triliun) per tahun selama satu dekade terakhir melalui unggahan di platform Truth Social.

"Saya berurusan dengan banyak negara, dan Kanada sejauh ini merupakan yang paling sulit dan tidak masuk akal," tulis Trump, dikutip BBC.

Ia mengusulkan perubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, serta menyebut Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebagai “Gubernur Carney”, sedangkan Carney menuduh Trump berupaya merusak industri vital Kanada, termasuk manufaktur otomotif, baja, dan aluminium.

2. Kanada membagi tarif balasan dalam tiga tingkatan

ilustrasi penguriman barang (pexels.com/Chanaka)

Rincian kebijakan Ottawa membagi tarif tambahan menjadi tiga tingkatan, dengan besaran tertinggi 50 persen dikenakan pada baja, aluminium, madu alami, furnitur, pakaian, kosmetik, dan parfum. Tarif 25 persen berlaku untuk peralatan rumah tangga, produk olahan susu seperti keju, hasil laut, serta turunan baja, sedangkan mesin industri seperti forklift dan pendingin udara dikenai tarif 15 persen.

Konflik tarif tersebut diprediksi berdampak pada biaya hidup dan operasional bisnis di AS maupun Kanada. Riset Kiel Institute for the World Economy menyebut importir dan konsumen AS menanggung 96 persen beban tarif, yang berdampak pada kenaikan harga sekitar 550 barang impor Kanada, termasuk sepatu roda es, kertas toilet, minuman beralkohol, dan cat.

3. Ketegangan mengancam keberlanjutan USMCA

ilustrasi bendera Meksiko (pexels.com/Tim Mossholder)

Ketegangan perdagangan tersebut turut mengancam keberlanjutan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum merespons situasi itu dengan mengutus Sekretaris Ekonomi Marcelo Ebrard ke Washington untuk menggelar perundingan darurat.

Premier Ontario Doug Ford menyampaikan kepada CNN bahwa situasi sempat memanas akibat saling silang pendapat.

"Tetapi saya ingin membuat kesepakatan — kesepakatan yang bagus untuk rakyat Amerika, kesepakatan yang bagus untuk warga Kanada," kata Ford.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article