Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Haji Isam Berlogo Kemhan yang Viral Dipakai untuk Proyek Pangan
Kapal yacht milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam dengan logo Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi Istimewa)
  • J7 Explorer milik Haji Isam viral setelah foto lambung kapal berlogo Kemhan beredar di media sosial.
  • Kapal ini mendukung proyek pencetakan sawah di Merauke sebagai pangkalan bergerak, tempat koordinasi, akomodasi, dan logistik.
  • Kemhan menegaskan J7 Explorer tetap milik swasta meski mendapat izin memakai logo kementerian untuk program ketahanan pangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2022

J7 Explorer dibangun di Batam dan rampung.

Jumat (14/8/2026)

Rico Sirait menyatakan J7 Explorer milik swasta dan penggunaan logo Kemhan tidak mengubah status kepemilikannya.

Sabtu (15/8/2026)

Haji Isam menyebut sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    J7 Explorer berlogo Kemhan digunakan untuk mendukung proyek pencetakan sawah dan ketahanan pangan.
  • Who?
    Haji Isam, Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa terlibat dalam informasi proyek ini.
  • Where?
    Proyek berlangsung di Merauke dan Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
  • When?
    Haji Isam menyampaikan keterangan pada Sabtu (15/8/2026), sementara Rico Sirait memberi penjelasan pada Jumat (14/8/2026).
  • Why?
    Logo Kemhan diizinkan karena kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan.
  • How?
    J7 Explorer difungsikan sebagai kapal induk atau pangkalan bergerak untuk koordinasi, akomodasi tenaga ahli, dan kebutuhan logistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kapal J7 Explorer punya Haji Isam ada logo Kemhan dan fotonya ramai dilihat orang. Kapal itu pergi ke Merauke untuk membantu cetak sawah. Di dalamnya ada tempat orang bekerja, tinggal sebentar, dan menyimpan kebutuhan proyek. Kemhan bilang kapal itu tetap milik swasta, bukan milik Kemhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemanfaatan J7 Explorer sebagai pangkalan bergerak membuat kebutuhan koordinasi, akomodasi sementara tenaga ahli, dan logistik proyek pencetakan sawah di Merauke dapat didukung dari satu kapal. Proyek ini juga ditargetkan menambah stok pangan nasional serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kapal J7 Explorer milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam viral setelah foto lambung kapal dengan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) beredar di media sosial (medsos). Kapal tersebut ternyata digunakan untuk mendukung proyek ketahanan pangan di Merauke, Papua Selatan.

J7 Explorer ikut dikerahkan dalam proyek pencetakan sawah di Merauke bersama ribuan alat berat dan tenaga profesional dari berbagai negara. Haji Isam menyebut sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China untuk mendukung pekerjaan tersebut.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," kata Haji Isam dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

1. J7 Explorer ikut tunjang aktivitas proyek di Merauke

petani saat mengoprasikan alat pertanian di Merauke, Papua Selatan (ANTARA)

Haji Isam mengatakan, keterlibatannya dalam proyek tersebut bukan semata karena pertimbangan bisnis. Dia menyebut ikut mengerjakan proyek itu sebagai bagian dari tanggung jawab yang diberikan negara.

Proyek cetak sawah tersebut ditargetkan dapat menambah stok pangan nasional dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua. J7 Explorer juga digunakan selama pengerjaan proyek di Merauke. Kapal tersebut menjadi tempat untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja dan logistik di lokasi proyek.

2. J7 Explorer jadi pangkalan bergerak

Haji Isam Ikut Temani Presiden Prabowo Subianto Saat Tinjau Lumbung Pangan di Merauke (Istimewa)

J7 Explorer dibangun di Batam dan rampung pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT itu memiliki 25 kabin yang dapat menampung sekitar 50 tamu, helipad, serta fasilitas akomodasi bagi kru.

Di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kapal tersebut tidak digunakan untuk keperluan wisata. Haji Isam memanfaatkannya sebagai kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah.

J7 Explorer digunakan sebagai tempat koordinasi dan akomodasi sementara bagi tenaga ahli yang bekerja di lokasi. Kapal tersebut juga menjadi bagian dari pendukung kebutuhan logistik proyek.

3. Kemhan klarifikasi logo di kapal J7 Explorer

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait saat berkunjung ke Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Viralnya foto J7 Explorer dengan logo Kemhan memunculkan pertanyaan mengenai status kapal tersebut. Kemhan kemudian memberikan klarifikasi terkait penggunaan logo kementerian pada kapal milik Haji Isam.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan J7 Explorer tetap merupakan kapal milik pihak swasta. Kemhan memberikan izin penggunaan logonya karena kapal tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan.

J7 Explorer dengan logo Kemhan sebelumnya tertangkap kamera berada di wilayah Papua. Foto tersebut kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Rico kembali menegaskan penggunaan logo Kemhan tidak mengubah status kepemilikan J7 Explorer. Kapal tersebut bukan aset Kemhan, melainkan milik pihak swasta yang digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Jadi, kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia," kata Rico kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Jumat (14/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article